Kupang, RNC - Laju inflasi di NTT masih cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTT kini mengembangkan tanaman-tanaman hortikultura yang menjadi penyebab naiknya inflasi.
Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Yohana Lisapaly dalam pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) I Lingkup Provinsi NTT, Kamis (23/2/2026) di Hotel Ima, Kupang, menjelaskan inflasi menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, setiap Senin dilakukan rapat yang dipimpin Mendagri diikuti para kepala daerah.
“Setiap Senin pagi dipimpin langsung Mendagri dan menyampaikan perkembangan daerah dan di NTT (inflasi) cukup tinggi,” kata Yohana.
Ia pun memberi apresiasi kepada Biro Administrasi Pimpinan (BAP) Setda Provinsi NTT yang menggelar diskusi dengan tema pengembangan tanaman hortikultura untuk pengendalian inflasi di NTT.
“Presiden memerintahkan seluruh pimpinan wilayah melakukan langkah strategis dalam rangka percepatan pengendalian inflasi. Inflasi tidak boleh terlalu rendah tapi juga terlalu tinggi dan salah satu yang penting adalah soal harga dan distribusi. Ini harus menjadi perhatian,” jelas Yohana.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, menjelaskan Presiden Joko Widodo sudah meminta semua daerah untuk fokus pada ketersediaan pangan. Pasalnya, dunia sedang dihadapkan pada ancaman krisis pangan pasca invasi Rusia ke Ukraina.
“Dalam antisipasi krisis pangan global, bapak Gubernur perintahkan semua bupati fokus pada pangan. Padi dan turunannya, sorgum, kelor, jagung jadi fokus bapak gubernur. Tahun 2022 kita sudah tanam jagung 101 ribu hektar,” kata Lecky.
Ia juga menjelaskan, Pemprov NTT juga fokus mengembangkan tanaman-tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang karena sudah menjadi kebutuhan pokok.
“Ini termasuk pangan segar yang harus bisa dikendalikan karena tidak bisa disimpan lama karena rusak. Padahal dibutuhkan tiap hari. Maka itu harus dikendalikan, baik produksi maupun distribusi. Karena kalau produksi banyak bisa rusak. Kalau produksi sedikit maka harga bisa naik dan akhirnya inflasi. Makanya harus dikontrol,” kata Lecky.
Persoalan saat ini adalah di level distribusi. Terjadi disparitas harga di pasar karena masalah distribusi. Oleh karena itu, Pemprov NTT telah mendesain skema ekosistem yang baik untuk memecahkan persoalan ini. “Kita kumpulkan distributor hortikultura untuk duduk bersama. Karena mereka menahan distribusi sehingga permintaan naik dan harga naik. Begitu harga naik, mereka lepas sedikit-sedikit. Ini implikasinya sangat luas sehingga manajemen distribusi diintervensi pemerintah karena ini pangan strategis,” jelas Lecky.
Menurutnya, jika tidak diintervensi pemerintah, maka ini akan menyebabkan kemiskinan karena daya beli masyarakat akan menurun akibat naiknya harga-harga. Oleh karena itu, Lecky mengatakan pemerintah menyiapkan offtaker yang dilengkapi alat untuk bisa menyimpan stok pangan segar bisa sampai dua minggu lamanya. Dengan demikian distribusi bisa diatur. Pasokan selalu ada sehingga menekan harga di pasar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Donny H. Heatubun dalam pemaparannya menjelaskan secara tahunan inflasi gabungan 3 kota IHK di NTT pada Januari 2023 tercatat sebesar 6,65% (yoy) atau stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 5,28% (yoy).
Tekanan inflasi tahunan di NTT terutama didorong oleh kelompok transportasi yang mengalami kenaikan signifikan seiring dengan penyesuaian harga BBM serta kenaikan tarif angkutan udara seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Lebih lanjut, dijelaskan, pada Januari 2023 gabungan 3 kota IHK di NTT mengalami inflasi sebesar 1,01% (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,81% (mtm). “Inflasi ini didorong oleh beberapa komoditas nasi dengan lauk, daging ayam ras, cabai rawit, tomat dan beras. Di sisi lain, tarif angkutan udara masih melanjutkan tren penurunan di bulan Januari seiring dengan normalisasi pasca natal dan tahun baru,” kata Donny. (rnc)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com
















