oleh

13 Gereja Tertua di Indonesia Miliki Arsitektur Unik, Salah Satunya di NTT

Jakarta, RNC – Sejumlah gereja tertua di Indonesia memiliki nilai historis sebagai saksi perkembangan agama Katolik dan Protestan di negeri ini.

Dibangun pada masa kolonial Belanda, gereja-gereja ini memiliki arsitektur yang megah menyerupai bangunan di Eropa.

Namun ada juga yang unik karena memadukan gaya Eropa dengan unsur-unsur tradisional Nusantara seperti misalnya Gereja Tua Sikka di Nusa Tenggara Timur.

Berikut 13 gereja tertua di Indonesia:

1. Gereja Ebenhaezer di Nusa Laut, Maluku

Gereja ini salah satu gereja tertua di Indonesia dan di kepulauan Ambon dan Lease yang dibangun pada tahun 1715 – 1719.

Dikutip dari artikel Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila-Leinitu Kecamatan Nusa Laut karya Andrew Huwae dari Balai Arkeologi Ambon, bukti arkeologis yang membuktikan hal tersebut adalah keberadaan prasasti di dinding gereja

Prasasti ini menghadap ke jalan di sebelah pintu masuk arah timur. Keadaan prasasti masih dalam keadaan utuh dan berbentuk segitiga dengan motif ukiran bunga cengkih.

Prasasti tersebut bertuliskan sebagai berikut: “Djouw Louwis Pati Sila Pounja WactouIni Jgeresia Souda Moulai Badiri Akan Kapada 28 Hari Boulang Mart Taon 1715 : Berhabis Akan Kapada Hari Boulang Taon 1719”.

Gereja ini telah beberapa kali mengalami renovasi, namun keadaan tata ruang dan arsitektur dalam gereja masih tetap terjaga.

2. Gereja Tua Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur

Dalam artikel berjudul Karakteristik Tangible dan Intangible Gereja Tua Sikka yang disusun Yohanes Pieter Pedor dari Universitas Udayana pendirian gereja ini diprakarsai pastor Belanda yang bertugas di Maumere, Yohanes Engbers, SJ sekitar awal tahun 1890-an.

Engbers mengusulkan pendirian sebuah bangunan gereja yang layak dan kokoh dari bahan-bahan yang berkualitas baik. Untuk gambar rancangan, dia meminta bantuan Antonius Dijkmans, SJ di Batavia.

Seperti diketahui, Dijkmans juga merupakan arsitek Gereja Katedral di Batavia (Jakarta). Pada 1895, bahan-bahan kayu terbaik yang dikirim dari Jawa tiba di Sikka.

Hanya saja pendirian salah satu gereja tertua di Indonesia ini baru bisa dimulai pada Agustus 1897, setelah Bruder Leeuwenberg tiba dari Larantuka. Leeuwenberg dibantu tukang pribumi dari Sikka dan Larantuka.

Gereja Tua Sikka memiliki panjang bangunan mencapai 47 meter (m) dan lebarnya 12 m, dengan sayap kiri dan kanan. Tinggi menara 6 m dan di puncak menara dipasang sebuah salib putih.

Lukisan motif tenun ikat ditambahkan untuk memperindah interior gereja pada tahun 1935 dengan maksud memasukkan nilai-nilai budaya masyarakat Sikka.

Motif jenis “Wenda” ini terdapat pada sepanjang dinding area tempat duduk umat dengan lebar lukisan 64 cm.

3. Gereja Sion, Jakarta

Bangunan gereja yang berlokasi di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat ini selesai dibangun pada tahun 1695. Punya arsitektur megah gereja ini juga sohor dengan nama Gereja Portugis.

Pasalnya gereja ini khusus didirikan sebagai tempat ibadah para tawanan VOC berkebangsaan Portugis.

Arsitek dari Rotterdam Mr E. Ewout Verhagen merancang bangunan dengan pondasi dari 10.000 kayu balok bundar. Gereja Sion ini mampu menampung hingga 1.000 jemaat.

Dalam kawasan salah satu gereja tertua di Indonesia ini terdapat makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Zwaardecroon. Zwaardecroon diketahui menyumbangkan taman untuk lokasi pendirian Gereja Sion.

4. Gereja Tugu, Jakarta

Salah satu gereja tertua di Indonesia yakni Gereja Tugu yang berlokasi di Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Hanya saja, bangunan Gereja Tugu yang saat ini masih berdiri bukan merupakan bangunan pertama dari Gereja Tugu.

Bangunan pertama didirikan pada 1678. Kemudian pada 1738 dibangun kembali gedung baru menggantikan gereja pertama yang mengalami kerusakan parah.

Sayangnya gereja ini hancur dalam peristiwa Geger Pecinan pada 1740. Baru pada 1744 atas bantuan seorang tuan tanah yang bermukim di Cilincing, Yustinus Vinck gereja dibangun kembali.

Pembangunan baru selesai pada 29 Juli 1747 yang kemudian diresmikan pada tanggal 27 Juli 1748 oleh pendeta J.M. Mohr. Bangunan terakhir ini yang dipakai hingga kini.

5. Gereja Katedral, Jakarta

Gereja Katedral Jakarta memiliki nama resmi De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming atau Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Gereja Katedral yang ada pada saat ini bukan merupakan gedung gereja yang asli. Gereja yang asli diresmikan pada Februari 1810 namun terbakar pada 1826. Kemudian gereja pengganti juga roboh pada 31 Mei 1890.

Akhirnya pertengahan tahun 1891 dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gereja baru. Orang yang ditunjuk untuk menjadi perencana dan arsitek pembangun gereja adalah Antonius Dijkmans, SJ.

Sayangnya pembangunannya sempat tersendat. Baru pada pada tanggal 21 April 1901 gereja diresmikan oleh Edmundus Sybrandus Luypen, SJ. Gedung gereja yang bersebelahan dengan Masjid Istiqlal ini dibangun dengan gaya arsitektur neo-gotik.

6. Gereja Immanuel, Jakarta

Bangunan gereja ini memiliki bentuk yang unik. Dibangun menurut rancangan Johan Hendrik Horst dan dimulai tahun 1835. Horst merupakan arsitek pada Direktorat Bangunan Sipil (Directie over De Civiele Gebouwen).

Gereja ini dibangun atas prakarsa Raja Willem I yang menginginkan persatuan dari jemaat Protestan di Hindia Belanda. Karena itu pada masanya dikenalnya juga dengan nama Willemskerk.

Unsur bangunan yang sangat mencolok dari gereja ini adalah penggunaan pilar megah dan atap berbentuk kubah. Gereja Immanuel, Jakarta berlokasi di seberang kawasan Monas.

7. Gereja Kepanjen, Surabaya

Gereja yang dibangun pada 18 April 1899 memiliki nama Belanda “Onze Lieve Vrouw Geeborte”. Pembangunannya atas usul Edmundus Sybrandus Luypen SJ dan diberkati pada 5 Agustus 1900.

Kini gereja yang berlokasi di Jalan Kepanjen, Surabaya dikenal dengan nama Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

8. Gereja Blenduk, Semarang

Gereja Blenduk berlokasi di kawasan Kota Tua, Semarang yang letaknya tak terlalu jauh dari Stasiun Tawang. Gereja Blenduk mulai dibangun oleh orang-orang Portugis tahun 1753 dengan bentuk yang sederhana.

Baru setelah Belanda berkuasa dan merombak total bangunan gereja tahun 1894-1895 dan menjadikannya sebagai gereja yang memiliki bentuk atap kubah dengan dua buah menara.

Atapnya menggelembung besar berbentuk setengah bola membuat masyarakat sekitar lebih mengenalnya dalam bahasa Jawa sebagai gereja yang “mblenduk”. Akhirnya jadilah satu istilah Gereja Blenduk.

9. Gereja Immanuel Makassar, Sulawesi Selatan

Gereja bergaya arsitektur gotik klasik ini diresmikan pemakaiannya pada 15 September 1885 oleh Pendeta J.C. Knuttel dengan nama resminya “Prins Hendriks Kerk” (Gereja dari Pangeran Hendrik)

Bangunannya pernah dipugar pada tahun 1992 dan tahun 1999. Gereja ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Menteri NoPM.59/PW.007/MKP/2010. Saat ini dikenal dengan nama Gereja Immanuel.

10. Gereja Fidelis Sejiram, Kalimantan Barat

Gereja ini merupakan cikal bakal perkembangan gereja Katolik di Kalimantan Barat. Letaknya di desa kecil pinggiran Sungai Seberuang, Desa Sejiram, Kabupaten Kapuas Hulu.

Gereja Fidelis Sejiram merupakan gereja tertua di Kalimantan Barat. Pembangunannya mulai dirintis pada 1892 oleh Pastor Looymans. Kemudian direnovasi beberapa tahun kemudian dengan menggunakan bahan kayu ulin.

Bangunan berbahan kayu ulin ini masih bisa kita jumpai sampai saat ini.

11. Gereja Immanuel Medan

Gereja ini dibangun pada 21 Oktober 1921. Berdasarkan arsip kenegaraan Belanda No.497 bangunan ini berdiri di atas lahan yang dulunya kebun tembakau.

Letaknya saat itu sangat strategis karena berada di seberang gedung pemerintahan Hindia Timur atau sekarang dikenal dengan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Arsitektur bangunan gereja bergaya Renaissance dengan sebuah puncak menara yang berbentuk kubah berwarna hitam. Meski sudah mengalami beberapa kali renovasi bentuk asli gereja ini tetap terjaga.

12. Gereja Tamansari, Salatiga, Jawa Tengah

Bangunan gereja yang terletak di Kota Salatiga, Jateng ini memiliki atap berbentuk perisai. Terlihat dari bentuk bangunan, sangat kentara mengadopsi gaya gotik.

Sementara di atas bangunan perantara terdapat lonceng yang ditutup oleh atap yang runcing. Pada bagian atas depan bangunan setelah pintu masuk tertera tahun 1823.

Angka ini diyakini sebagai tahun bangunan tersebut didirikan.

13. Gereja Bethel Bandung

Gereja yang terletak di Jalan Wastukencana Bandung ini merupakan gereja Protestan tertua di Jawa Barat. Pembangunannya mulai digagas pada 1916 oleh Pendeta J.A. Tijdeman. Namun, pengerjaannya baru terwujud pada 1 Mei 1924.

Arsitek Belanda, C.P. Wolff Schoemaker diminta menyempurnakan rancangan yang telah dibuat Biro Harmsen en Plagge. Dalam rancangannya, Schoemaker memadukan gaya bangunan klasik modern dengan beberapa unsur tradisional Nusantara.

Salah satu gereja tertua di Indonesia ini kemudian diberi nama “De Nieuwe Kerk” yang berarti gereja baru. (*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed