oleh

Diminta Hapus Aplikasi Injil Bahasa Minang, Ini Respons Menkominfo

Sabun Herbal Cyrus

Jakarta, RNC – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate untuk meminta aplikasi Alkitab berbahasa Minang dihapus dari Play Store. Johnny mengatakan akan merespons serius surat Irwan.

“Sampai sore ini saya belum menerima surat tersebut namun mengetahuinya melalui media, tentu akan memperhatikannya secara serius. Saya akan cek apakah aplikasi tersebut melanggar ideologi negara, UUD, UU, atau peraturan turunan yang terkait,” kata Johnny kepada detikcom, Kamis (4/6/2020).

Aplikasi yang diminta Irwan untuk dihapus dari Play Store memiliki nama Kitab Suci Injil Minangkabau.

Johnny mengatakan akan mengecek apakah aplikasi tersebut melanggar dan tak sejalan dengan peraturan yang ada di Indonesia. Jika aplikasi tersebut tak sesuai dengan hukum di Indonesia, permintaan Irwan bisa ditindaklanjuti.

“Jika melanggar atau tidak sejalan dengan ideologi negara, UUD, UU atau peraturan turunannya maka sebagaimana aplikasi atau konten yang menggunakan atau berada pada platform digital seperti Google, Facebook, Microsoft, Instagram, dan lain-lain, maka prosedur dan proses take down dilakukan melalui platform digital tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kata Orang Prancis: Rote seperti Bali Zaman Dulu

Johnny mengatakan Kemenkominfo akan bersikap hati-hati sebagai regulator. Kemenkominfo, lanjutnya, akan mengkaji secara komprehensif.

“Namun jika masih dalam konteks ideologi negara dan konstitusi negara serta peraturan yang relevan dengan hal tersebut, maka Kominfo sebagai regulator harus berhati-hati dan menjaga hak dasar konstitusional warga. Kami akan cek dulu secara komprehensif untuk mengambil kebijakan yang sejalan dengan aturan hukum dimaksud di atas,” kata dia.

“Sepengetahuan saya Kitab Suci Injil diterjemahkan dalam banyak bahasa antara lain bahasa Latin, Inggris, Arab, Indonesia, China, dan lain-lain, baik menggunakan lingua franca besar maupun bahasa-bahasa lokal di banyak negara. Namun sekali lagi Kominfo akan cek terlebih dahulu,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed