Ba’a, RNC - Petani cabe dan bawang yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Ledotodak Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, karena telah didukung melalui bantuan sumur pompa menengah yang bersumber dari APBN Pusat. Hal itu disampaikan Ketua Poktan Ledotodak, Otnial Polin, saat serah terima yang dilakukan Kadis Pertanian Rote Ndao, Salmun Haning, bertempat di Lahan Hortikultura Poktan Ledotodak, Desa Tunganamo, Sabtu (17/9/2026).
Penyerahan bantuan itu ikut disaksikan Kabid KPSP, Fola Panie dan para staf Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian BPP Olafulihaa, Antonia Bengngu bersama pengurus dan anggota Poktan Ledotodak. Kepada pengurus dan anggota Poktan Ledotodak, Salmun Haning meminta untuk menjaga dan memelihara bantuan itu, agar manfaatnya dapat dirasakan untuk jangka panjang.
Selain itu, dengan bantuan ini, ada peningkatan produksi tanaman holtikultura bawang dan cabe yang diusahakan Poktan Ledotodak, dan hasilnya dapat meningkatkan pendapatan serta mensejahterakan petani di Desa Tunganamo. “Saya titip pesan, jaga baik - baik karena ini sumur, mesin, bak penampung dan lainnya, jadi karena kerja keras bapak/mama. Kami tidak tiap hari di sini, bapak/mama yang akan pakai dan nikmati untuk jangka panjang,” imbuh Salmun.
Sementara Fola Panie menambahkan, petani harus jalin komunikasi dengan Dinas Pertanian. “Setiap kendala yang dihadapi, konsultasikan dengan Penyuluh Pertanian yang ada, agar ditindaklanjuti ke dinas. Jangan masalah pertanian yang dihadapi petani, curhatnya bukan ke Penyuluh Petanian, tapi disampaikan di medsos,” tambahnya.
Ketua Poktan Ledotodak, Otnial Polin mengatakan, pihaknya menyatakan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Bupati dan Kadis Pertanian Rote Ndao, serta Penyuluh Petanian BPP Olafulihaa, atas dukungan yang diberikan melalui Paket Bantuan Sumur Pompa Menengah tersebut.
Kepada RakyatNTT.com, Otnial mengisahkan, selama ini mereka memiliki sumur yang debit airnya besar dan tak pernah kering di musim kemarau. Namun, pemanfaatan air sumur ini tidak menjangkau semua lahan anggota kelompok, karena keterbatasan biaya. Setelah dikonsultasikan ke Penyuluh Pertanian dan ditindaklanjuti ke Dinas Pertanian hingga ke Kementerian Pertanian, akhirnya proposal permintaan paket sumur pompa menengah ini terjawab, dan dibiayai APBN Pusat sebesar Rp 108.300.000.
Menurut Otnial, paket bantuan ini meliputi pembuatan Bak Induk Penampungan, mesin Diesel dan perpipaan serta asesorisnya. “Kami sudah uji coba, dan semuanya berjalan baik dan menjangkau seluruh lahan anggota kelompok, sehingga hari ini bisa diserahterimakan kepada kami,” ungkapnya.
Dijelaskan, luas lahan kelompoknya 30 ha dengan dua kali musim tanam tiap tahun. Komoditas yang diusahakan yakni padi dan holtikultura. Khusus untuk lahan holtikultura seluas 20 ha, ditanami bawang merah dan cabe. “Lahan seluas 20 hektar untuk holtikultura dimanfaatkan seluruhnya, dan tidak pernah dibiarkan kosong. Begitu tanam bawang, kita tanam sisip cabe. Jadi bawang 20 hektar, cabe juga 20 hektar,” sebut Otnial.
Dikatakannya, produksi bawang merah rata - rata dua ton per hektar, tiap kali panen. Bila cuaca kurang baik dan ada hama, turun sekira satu ton lebih per hektar. Tapi kalau subur, maka bisa mencapai tiga ton lebih per hektar. Sedangkan untuk cabe, kata Otnial, hasil panen rata - rata per hektar 200 kg. Kalaupun turun, bisa 100 kg lebih per hektar. Tapi, kalau subur bisa capai 400 kg per hektar. (rnc12)










