oleh

Kapal Asal Belanda Rusak dan Kehabisan Makanan di Raijua, Ditolong Gugus Tugas Covid-19

Iklan Demokrat

Menia, RNC – Sebuah kapal asing yang diketahui berasal dari Belanda berlabuh di perairan Raijua. Saat meliat kapal asing tersebut masyarakat sekitar langsung melapor ke Kepala Desa Kolorae, Kecamatan Raijua dan Tim Gugus Tugas (TGT) Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kecamatan Raijua, Senin (27/4/2020) lalu.

Sesuai informasi dari Humas Pemkab Sabu Raijua, tim gugus tugas yang dipimpin Camat Raijua, Ir. Titus B. Duri, langsung mendekati kapal asing tersebut. Mereka menggunakan kapal milik Pemda Sabu Raijua (Sarai). Tim gugus tugas melakukan tindakan pengawasan dan pengamanan serta pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Iklan Dimonium Air

Camat Raijua dalam laporannya kepada Bupati Sabu Raijua, selaku ketua TGT Covid-19 Kabupaten Sabu Raijua menjelaskan setelah memeriksa seluruh isi kapal, tim mendapati tiga orang awak yang merupakan satu keluarga asal Belanda. Sesuai dokumen resmi yang diperlihatkan, ketiganya bernama Mace Hollbeek (kelahiran 1970), Martje Andree den Breems (kelahiran 1970) dan Mathies Hollebeek (kelahiran 2008).

Menurut Titus, warga asing tersebut menjelaskan bahwa kedatangan mereka awalnya masuk melalui wilayah Tual, Saumlaki, Provinsi Maluku menuju Kupang, dan akan melanjutkan perjalanan ke Bali. Namun pada 25 April kapal mengalami kerusakan berupa gangguan pada sistem dan haluan saat mereka berada tepat di perairan Pulau Raijua bagian barat. Akhirnya memaksa mereka memberanikan diri untuk berlabuh darurat di sekitar pulau tersebut.

TGT langsung melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan ketentuan protokol. Hasil pemeriksaan warga asing tersebut dalam kondisi sehat. Namun, para penghuni kapal asing tersebut kehabisan bahan makanan dan air minum. Melihat kondisi itu, TGT segera memberikaan bantuan berupa dua dos mie instan dan air mineral. Selain itu visa yang mereka peroleh telah habis masa berlakunya dan mereka tidak bisa melakukan perpanjangan, sebab kedatangan mereka ditolak di setiap pelabuhan.

TGT Kecamatan Raijua tetap melakukan pengawasan keamanan dan pemeriksaan kesehatan. “Jika mereka ingin belanja sesuatu di darat untuk kebutuhan hidupnya mereka diharuskan melakukan komunikasi via handphone kepada TGT, sebab mereka tidak diizinkan turun ke darat,” kata Titus.

TGT yang melakukan pemeriksaan ke atas kapal asing tersebut, yakni Camat Raijua, Titus Duri, Kapospol Raijua dan anggotanya (Bripka Lifron Ratu, Bripka David Zackharias), Babinsa Raijua (Serda Oktovianus Kosad; Koptu Agustinus Tein), Kepala Puskesmas Ledeunu (Semuel Uly Binu,S.Kep.Ners), Lurah Ledeunu, Lurah Ledeke, Basa Nova Siregar, S.Hut, serta Eben D. Making. Dan dalam TGT ini, bertindak selaku penterjemah yaitu Basa Nova Siregar. (*/rnc)

  • 433
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed