oleh

Krisis Lapangan Kerja, Frans Go : Wirausaha Mandiri Pilihan Tepat

Kupang, RNC – Tingkat pengangguran di Indonesia yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Senin lalu, mencatat penurunan. Dari 7,07 persen menjadi 4,82 persen. Tingginya angka pengangguran saat itu, sebagai dampak Pandemi Covid-19. Namun, sinyal alarm bahaya kondisi ketenagakerjaan di negeri ini, menyala. Pertanda perlu diwaspadai. Pasalnya, jumlah setengah penganggur di sektor informal masih dominan di tengah laju penambahan lapangan kerja yang terlihat gagal mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Angka pengangguran masih dikisaran 7,99 juta orang.

Sebagai Pemerhati Masalah Ketenagakerjaan, Fransiscus Go yang dimintai tanggapannya, Rabu (8/5/), mengatakan, besarnya usia produktif di Indonesia, menggambarkan perlu lebih besar perhatian pemerintah terhadap sektor ini. Lapangan kerja (dalam dan luar negeri), serta menjadi wirausaha mandiri, sangat masuk akal dipilih untuk menghadapi krisis ini. “Sambil menunggu kondisi ketenagakerjaan berjalan normal, maka menjadi wirausaha mandiri adalah pilihan tepat,” kata Frans Go, sapaan akrab Fransiscus Go.

Kepada RakyatNTT.com, pengusaha sukses asal Timor Tengah Utara itu menambahkan, dalam kondisi dimana bangsa ini mengalami krisis lapangan kerja, maka tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda) sangat diperlukan. “Diperlukan perangkat ASN yang handal dalam menyikapi situasi dan kondisi di tadi. Mulai dari mempermudah perijinan, menjadi pemicu awal ekonomi lokal mandiri, menghidupkan perputaran ekonomi daerah, sambil menekan laju inflasi daerah. Tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Pemerintah Pusat, karena sejujurnya yang punya wilayah dan penduduk serta kewenangan perijinan ekonomi kecil, ada di tangan pemerintah daerah,” tandas Frans Go yang disebut-sebut “Kuda Hitam” dalam pusaran pemilihan gubernur NTT, November mendatang. (robert kadang)

Baca Juga:  Saksikan TRILOGI Teater SATU Timor, Frans Go : Keren..!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *