oleh

Antrean Panjang di SPBU akibat BBM Langka di Rote, Polisi Gelar Patroli

Ba’a RNC – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao cukup meresahkan masyarakat. Akibat kelangkaan ini, untuk mendapatkan BBM warga harus mengantre berjam-jam.

Melihat situasi ini, Polsek Pantai Baru lakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) yakni lakukan patrol di SPBU Edalode, Kamis (8/5/2024).

Patroli-Barbar Polsek Pantai Baru yang dipimpin oleh Kanit Samapta Aipda Fredik Lulu bersama Aipda Marten Daepanie, S.H, Aipda Frengki Fia, Aipda Simon Beama, Bripka Dwi Rustaman dan Brigpol Riman Panie, tiba di SPBU 56.851.23, sekira pukul 09.00 wita dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak SPBU.

Hasil koordinasi dengan pihak SPBU, diketahui stok BBM sementara kosong. BBM untuk SPBU 56.851.23 Pantai Baru sementara masih di kapal pengangkut BBM dan belum tiba di Dermaga Papela, Kecamatan Rote Timur.

Untuk itu, Kanit Binmas Polsek Pantai Baru, Aipda Simon Petrus Beama mengimbau masyarakat pemilik kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang sedang mengantre di SPBU Pantai Baru agar kembali ke rumah.

“Stok BBM sementara kosong, kapal pengangkut BBM baru mau berlabuh di dermaga Papela jadi bapak/mama silakan pulang ke rumah, dan kalua BBM sudah didistribusikan ke SPBU dan stok BBM sudah ready, baru kembali ke SPBU untuk mengisi ya,” kata Aipda Simon kepada warga yang sedang mengantre di SPBU Pantai Baru.

Mereka juga diimbau, jika ada hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan BBM dapat melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Pantai Baru.

Kepada RakyatNTT.com, Kanit Samapta Polsek Pantai Baru, Aipda Fredik Lulu mengatakan tujuan dari patroli oleh Polsek Pantai Baru, yakni untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang antre di SPBU agar tidak menghabiskan Waktu, karena stok sedang kosong.

Baca Juga:  Partai Perindo Serahkan Rekomendasi untuk Cabup Sabu Raijua, Rote Ndao dan SBD

Dewan-Pemda Gelar RDP

Antrean panjang di berbagai SPBU di Kabupaten Rote Ndao mendapat sorotan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao, Deni Moy saat memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan sejumlah pimpinan SPBU di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (2/5/2024) lalu.

Pada RDP tersebut, Deni mengatakan banyak pengaduan masyarakat soal antrean panjang di luar batas normal di semua SPBU. Untuk itu, ia merekomendasikan ke pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan pembukaan SPBU Rote Selatan, Pantai Baru dan Rote Barat Daya. Memperketat pengawasan distribusi dan evaluasi dalam perbaikan layanan untuk menjaga kondisi antrean di SPBU.

Ia juga meminta dibuka kembali agen-agen perpanjangan sub penyalur di beberapa wilayah yang jauh dari SPBU. Kajian-kajian terhadap agen harus melibatkan DPRD. “Kami juga mau, petani dan nelayan bisa dilayani dengan pengambilan boleh pakai jerigen asal dapat rekomendasi dari Dinas Pertanian maupun Dinas Perikanan,” ucap Deni.

Menanggapi hal itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao, Armis Saek menyampaikan pengawasan telah dilakukan oleh Pemda.

“Kuota dari BPH Migas ke Kabupaten Rote Ndao yakni untuk BBM subsidi, Pertalite 7.987 ton, Solar 2.026 ton, minyak tanah 1.239 ton. Kemudian, non subsidi Pertamax dan Dexlite,” Kata Armis Saek.

Dijelaskannya bahwa dari kuota itu, kemudian distribusi ke setiap SPBU sebagai berikut:

1. SPBU Metina, Pertalite 110 ton dua kali trip, satu kali trip 55 ton, Solar 30 ton dua kali trip dan 15 ton per trip

2. SPBU Pantai Baru, Pertalite 100 ton dua kali trip, per trip 50 ton dan Solar 20 ton dua kali trip dan per trip 10 ton

Baca Juga:  Partai Perindo Serahkan Rekomendasi untuk Cabup Sabu Raijua, Rote Ndao dan SBD

3. SPBU Busalangga, Pertalite 100 ton dua kali trip, per trip 50 ton dan Solar 20 ton dua kali trip dan per trip 10 ton

4. SPBU Sanggaoen, Pertalite 120 ton dua kali trip dan per trip 60 ton dan Solar 40 ton dua kali trip dan per trip 20 ton

(rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *