oleh

Meninggal Gantung Diri, Ayah Frater Carlos Bilang Anaknya Cerdas, Tapi Tidak Bijaksana

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Meski dilanda duka, Donatus Kebo, ayah Frater Redemptus Tangi Kebo, OCD tetap tegar menerima peristiwa itu. Pada ibadah pemakaman jenazah sang anak di Kapela Biara Karmel San Juan Penfui Kupang, Senin (8/3/2021) sore tadi, Donatus bahkan bersedia memberikan kata sambutan mewakili keluarga.

Di awal sambutannya, Donatus mengaku masih belum percaya dengan kejadian yang menimpa anaknya. Saat mendengar kabar kematian anaknya, Minggu (7/3/2021) pagi, banyak pertanyaan yang muncul di benaknya. Sebab selama ini, keluarga tidak pernah mendengar keluhan dari Frater Carlos. Ia juga kecewa dengan keputusan anaknya, yang mengambil jalan pintas (gantung diri) untuk mengakhiri hidup.

Iklan Dimonium Air

“Frater Carlos, anda memang cerdas, tapi anda tidak bijaksana,” ujar Donatus di hadapan peti jenazah sang anak, para imam dan frater OCD, keluarga serta ratusan umat yang hadir dalam ibadah pemakaman.

“Kami bapa dan mama dan tiga saudarimu, menyerahkan ke biara OCD dengan jiwa dan raga,” sambung Donatus seraya mengulang kembali kalimat yang sama.

Donatus berharap, peristiwa duka ini menjadi bahan refleksi dan evaluasi. Tidak saja bagi orangtua dan keluarga, tetapi juga bagi pastor dan frater OCD, sehingga kejadian ini tidak terulang.

“Harapan kami, bapa dan mama, semoga peristiwa ini jangan terulang lagi,” katanya.

Di akhir sambutannya, Donatus berterimakasih kepada para pastor OCD yang telah membina anaknya selama ini. “Bagi saya dan keluarga, biara OCD adalah kebanggaan. Sebab dari sekian banyak kongregasi, anak kami hanya memilih satu. Ia ingin memakai jubah coklat saja,” ungkap Donatus.

Sebelumnya diberitakan, seorang frater dari Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum/OCD) bernama Redemptus Tangi Kebo ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kebun Biara Karmel San Juan Penfui, Kupang. Frater yang akrab disapa Carlos itu tewas gantung diri di pohon kedondong.

Mahasiswa semester IV Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang itu ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita oleh anggota komunitas Biara Karmel San Juan yang sedang mengikuti misa pagi.

Informasi dari Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka menyebutkan, pada pukul 06.00 Wita, anggota komunitas OCD sedang melangsungkan misa di Kapela Biara San Juan. Karena suhu ruangan kapela cukup panas, saksi Marsel Rangga membuka jendela. Ia kemudian melihat korban tergantung di pohon kedondong yang berada tidak jauh dari kapela.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kupang Tengah. Pasca menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Namun untuk memastikan penyebab kematian, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Titus Uly Kupang. (rnc09)

  • 6.2K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Bapa dan Mama dari Frater Carlos yang hebat. Semoga mereka sekeluarga selalu diberkati Tuhan Allah.
    Aamiin.

News Feed