Kupang, RNC - Upaya mengambil alih kepemimpinan yang sah dengan cara-cara destruktif adalah kemunduran demokrasi. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia (BMI) NTT, Adrianus Oswin Goleng menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) tandingan Partai Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum.
Dalam rilis yang diterima RakyatNTT.com, Senin (8/3/2026), Oswin mengatakan, apa yang dilakukan Moeldoko tidak mencerminkan sikap negarawan yang demokratis dalam tarikan nafas reformasi.
Menurutnya, KLB juga diatur dalam AD/ART Partai Demokrat. Dengan demikian, KLB yang sah harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana tertuang dalam “buku suci” partai tersebut.
Yang terjadi, lanjut Oswin, justru beda. Semua serba menabrak aturan dan menghalalkan segala cara demi ambisi berkuasa. “Hal semacam ini hanya kita temukan di rezim orde baru dan nampaknya warisan itu masih ada dan sedang Moeldoko lestarikan,” ungkap mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang itu.
Oswin menambahkan, apa yang ditunjukan Moeldoko dan penggagas KLB Demokrat tandingan merupakan contoh buruk yang jauh dari pendidikan politik bagi kalangan muda. “Apabila ini dibiarkan tentu akan mengancam keberlangsungan demokrasi Indonesia. Dengan ini kami Bintang Muda NTT nyatakan perlawanan,” pungkasnya. (*/rnc)











Komentar