oleh

Makan di Mobil, Anggota Dewan Ini Dituduh Langgar Prokes dan Didenda Rp 50 Ribu

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Anggota DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mendapat sanksi setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Gubernur NTT soal penegakan penerapan protokol kesehatan di tempat umum.

Pelanggaran itu terjadi di Area Taman Generasi Penerus Kelapa Lima, Kamis (4/3/2021) sore. Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, Cornelis Wadu, Jumat (5/2/2021) siang. Kepada RakyatNTT.com, Cornelis menyampaikan Tim Terpadu Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT dan Polda NTT sementara melakukan operasi penegakan prokes pada Kamis sore. Dalam operasi itu ditemukan Ewalde tidak mengenakan masker di dalam mobil pribadinya.

Iklan Dimonium Air

Hal itu dinilai sebagai pelanggaran terhadap Pergub NTT Nomor 49 Tahun 2020 Pasal 7, Point A dan B. Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang ini pun mendapatkan sanksi berupa denda sebesar Rp 50.000.

Ia menambahkan, sempat terjadi perdebatan antara Walde dan beberapa anggota Sat Pol PP. Alasan Walde,  ia bersama anaknya sementara istirahat dan makan malam karena baru selesai melakukan reses di Kelurahan Kelapa Lima.

“Mungkin ada emosi personal yang diungkapkan sehingga itu menghadirkan perdebatan, tapi berakhir juga dengan penyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Theodora Ewalde Taek yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, perdebatan terjadi dikarenakan argumen yang ia sampaikan, tidak diterima Sat Pol PP NTT. Bahkan mereka langsung menghakiminya telah melakukan pelanggaran yang dianggap bisa berpotensi terjadinya penularan covid-19 di tempat umum.

BACA JUGA: Covid-19 di NTT Tembus 10.000 Kasus

Kenyataannya, kata Walde, ia dan anaknya sedang makan malam di dalam kendaraan yang tertutup. Menurutnya, dirinya sangat setuju upaya Pemprov mengimplementasikan Pergub agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Namun upaya tersebut harus juga memberikan nilai edukatif kepada masyarakat. Bukan hanya menghakimi dan menuduh warga bersalah, namun tidak menunjukkan kesalahannya. “Sehingga dalam penerapannya harus memberikan edukasi kepada masyarakat. Harus menunjukkan kepada masyarakat melakukan pelanggaran terhadap prokes,” ungkapnya.

Menurutnya, pelanggaran yang diterimanya itu tak wajar. Petugas dianggap tidak memahami prokes serta tak memberikan edukasi. Pasalnya, ia sementara bersama anaknya makan di dalam mobil yang tertutup, bukan di luar. Kemudian petugas datang dan menyuruhnya keluar dari mobil sembari menuduhnya telah bersalah karena tidak mengenakan masker.

“Nah, kalau kita di dalam mobil gitu, yah sudah sekalian di dalam rumah saja. Sekalian cek apakah (di rumah) pakai masker ataukah tidak,” katanya.

Walde mendukung Pemprov berkoordinasi dengan Pemkot Kupang untuk melakukan operasi prokes namun mengimbau petugas lapangan agar bisa memberikan penegakan dengan langkah persuasif serta bisa memberikan edukasi yang baik kepada para pelanggar.

“Yang saya sesalkan itu karena penindakan yang dilakukan tanpa memahami prokes dengan baik dan tidak melakukan edukasi,” pungkas Walde.

(rnc04)

  • 363
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed