oleh

Sebelum Meninggal Gantung Diri, Frater Carlos Sempat Minta Doa untuk Pembaharuan Kaul

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Seorang frater dari Ordo Karmel Tak Berkasut (Ordo Carmelitarum Discalceatorum/OCD) bernama Redemptus Tangi Kebo ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kebun Biara Karmel San Juan Penfui, Kupang. Tragisnya, frater yang akrab disapa Carlos itu tewas gantung diri di pohon kedondong.

Mahasiswa semester IV Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang itu ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita oleh anggota komunitas Biara Karmel San Juan yang sedang mengikuti misa pagi.

Iklan Dimonium Air

Informasi dari Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka menyebutkan, pada pukul 06.00 Wita, anggota komunitas OCD sedang melangsungkan misa di Kapela Biara San Juan. Karena suhu ruangan kapela cukup panas, saksi Marsel Rangga membuka jendela. Ia kemudian melihat korban tergantung di pohon kedondong yang berada tidak jauh dari kapela.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kupang Tengah. Pasca menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Namun untuk memastikan penyebab kematian, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Titus Uly Kupang.

Kepada RakyatNTT.com, paman korban, Urbanus Gelu mengaku bahwa korban adalah anak yang periang. Makanya ia sangat heran korban bisa mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. “Saya tidak mengerti sampai bisa jadi seperti ini karena dia periang,” ujarnya.

Urbanus menambahkan, korban juga tidak ada riwayat sakit. Bahkan Sabtu (6/3/2021) kemarin, korban bersama dengan anggota komunitas lainnya masih sempat ke sawah. “Teman-temannya bilang kemarin mereka ke sawah dan kerja ramai-ramai. Tadi malam dia juga masih bermain dengan teman-teman,” kata Urbanus.

Untuk diketahui, Frater Carlos berasal dari Ruto, Desa Warupele I Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, anak dari pasangan Don Kebo dan Maria Goreti Wege. Orangtuanya kini tinggal di Ngalisabu, Kelurahan Bajawa.

Sebelum meninggal, dua hari lalu Frater Carlos ternyata sempat meminta doa dan dukungan dari para kerabat sehubungan dengan cita-citanya menjadi imam. Itu terlihat dari komentarnya saat membalas komentar dari para kerabat di facebook.

“Ia ema trimakasih. Doakan saya semoga tahun ini bisa memperbaharui kaul”ku”. Tulis frater Carlos (akun fb Begu) saat membalas komentar salah satu kerabatnya. (rnc09)

  • 7.2K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Kasihan akhiri hidup dengan cara gantung diri,Tuhan bebaskanlah dia dari dosanya agar dia memperoleh kebagiaan bersamaMu di surga.

News Feed