oleh

Namanya Masuk Bursa Calon Wabup Flotim, Ini Respon Darius Beda Daton

Kupang, RNC – Masa jabatan Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Agustinus Payong Boli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur (Flotim) baru akan berakhir pada 22 Mei 2022 mendatang. Sejauh ini, Pilkada serentak selepas Pilkada 2020 belum ditetapkan jadwalnya. Kendati demikian beberapa nama bakal calon bupati dan wakil bupati mulai bermunculan.

Selain incumbent serta beberapa tokoh seperti Yoseph Sani Betan, Anton Tonce Matutina, Anton Doni Dihen, dan Mel Gernandes, salah satu nama yang juga masuk dalam bursa calon kepala daerah yakni Darius Beda Daton. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bahkan disebut-sebut bakal berpasangan dengan Anton Gege Hadjon.

Saat RakyatNTT.com mewawancarainya via sambungan selular, Jumat (8/1/2021), Darius mengaku pernah beberapa kali diundang diskusi oleh rekan-rekannya yang juga adalah pengurus partai politik. Saat diskusi, beberapa pengurus parpol mengutarakan harapan agar dia mau kembali ke kampung halaman dan terlibat dalam Pilkada Flotim.

“Mereka melihat profil saya dan mereka bilang apa yang saya lakukan selama ini cocok dengan jabatan wakil kepala daerah. Sebab tugas wakil kepala daerah lebih kepada pengawasan di birokrasi,” sebut Darius.

“Selain Pilkada Flotim, ya juga Pilwalkot di Kota Kupang. Tapi posisinya hanya calon wakil. Di Flotim, malah mereka pasangkan saya dengan incumbent, pak Anton Hadjon,” sambungnya.

Merespon harapan beberapa pengurus parpol, Darius mengaku belum bisa memutuskan untuk menuju ke sana (maju Pilkada). “Panggilan untuk melayani tentu selalu ada karena kita menginginkan ada perbaikan-perbaikan. Tapi memastikan untuk menuju ke sana, saya belum bisa jawab karena tentu tidak mudah,” jelasnya.

Menurut Darius, sebelum memutuskan untuk maju Pilkada, dirinya harus berpikir panjang dan mempertimbangankannya secara matang. Sebab tantangannya jauh lebih berat. Lebih dari itu, ongkos politik juga tidak sedikit. “Parpol pasti punya kalkulasi sendiri. Tapi saya perlu lihat lagi diri saya. Bisa atau tidak, karena kepala daerah harus mampu mengorbankan diri untuk kepentingan banyak orang. Kemudian saya dikenal orang atau tidak? Jadi harus pikir matang-matang, apalagi politik hari ini tidak sekadar mengedepankan kompetensi seorang calon. Untuk maju butuh biaya yang besar dan saya bilang ke mereka bahwa saya tidak punya apa-apa,” terang Darius.

Di akhir wawancara dengannya, Darius tak lupa berterimakasih kepada semua pihak yang ikut memperhatikan dan mengoreksi kinerjanya selama ini. “Ketika teman-teman pengurus parpol undang diskusi dan sampaikan harapan mereka, saya anggap itu sebuah apresiasi dari mereka. Dan ketika nama saya masuk dalam bursa calon, saya senang karena banyak orang melihat apa yang saya lakukan selama ini. Tapi mohon maaf, saya belum bisa putuskan,” ungkapnya. (rnc09)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed