oleh

Pemkab Alor Bantu Mesin Peras Minyak Kemiri kepada Kelompok Paa Bala

Sabun Herbal Cyrus

Kalabahi, RNC – Pemerintah Kabupaten Alor bekerja sama dengan Bank NTT Cabang Alor membantu sebuah mesin pemeras minyak kemiri kepada Kelompok Usaha Minyak Kemiri Paa Bala–Menbang, Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, pekan lalu.

Dalam rilis Humas Pemkab Alor, penyerahan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) terebut dilakukan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo beserta Pimpinan Cabang Bank NTT Cabang Alor, Detsuhi E. Obisuru langsung di lokasi usaha Dusun 1, RT02/RW04 disaksikan Kepala Desa Lawahing dan sejumlah anggota kelompok yang merupakan ibu rumah tangga.

Bupati Djobo juga menyumbang sejumlah dana untuk operasional kegiatan kelompok. Dalam sambutannya, bupati mengaku bangga dengan semangat para ibu, terlebih Pendeta Laura Meza yang menjadi perintis kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak tahun 2019.

Bupati dua periode ini juga memuji usaha dan kerja keras para ibu yang tak kenal siang dan malam guna menghasilkan sebuah produk usaha yang mulai dikenal daerah luar.

“Saya hargai semua upaya dan jerih lelah serta kerja keras dan menjadi contoh bagi kita orang Alor yang lain di desa-desa, terutama di kota yang mulai malas bekerja keras,” puji Bupati Amon.

Ia juga berpesan agar mesin yang dapat meningkatkan produksi ini digunakan secara baik dan bisa memproduksi secara berkelanjutan. “Jangan disimpan sampai rayap mengeram di dalam. Dengan hadirnya mesin industri kecil ini mama-mama tidak pakai tenaga yang besar lagi untuk produksi dan hasilnya bisa lebih cepat dan lebih banyak,” kata Amon.

Lebih lanjut ia berpesan kepada pendeta GMIT Jemaat Betania-Menbang, Klasis Kabola ini agar bisa mengembangakan tanaman-tamanan lain selain kemiri dalam rangka menemukan dan memproduksi obat-obatan yang berguna bagi kesehatan, termasuk pengobatan Virus corona (Covid-19) yang sedang melanda Indonesia. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed