oleh

Pemkot Kupang Dapat Dukungan dari UNICEF

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan dari United Nations Children’s Fund (Unicef) terkait dengan penanganan gizi kronis (stunting). Rabu (17/7), delegasi UNICEF, Mrs. Daisy Duru-Iheoma dan Mr. Seerat Kaur dari UNICEF Jakarta dan Mrs. Keeran Sivarajah dari Dalberg International diterima Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Balai Kota. Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi program-program kesehatan dukungan UNICEF di Kota Kupang dan untuk mendapat masukan tentang isu-isu kesehatan di Kota Kupang.

Data Dinas Kesehatan Kota Kupang berdasarkan hasil pemantauan status gizi tahun 2018 terdapat sebanyak 3.438 anak penderita stunting di Kota Kupang. Sejak itu Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan dengan dibantu oleh program dari UNICEF gencar untuk menangani serta mengendalikan masalah gizi buruk di Kota Kupang dan Stunting.

Iklan Dimonium Air

Dinas Kesehatan Kota Kupang mengadopsi program penanggulangan gizi buruk berbasis masyarakat yang diterapkan UNICEF yang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan di daerah-daerah lain di NTT. Ada empat komponen inti penanganan gizi buruk terintegrasi yang dilakukan UNICEF yakni mobilisasi masyarakat, skrining dan tindak lanjut untuk mengidentifikasi anak-anak gizi buruk sedini mungkin di tingkat masyarakat.

Wali Kota Kupang ketika menerima kunjungan tersebut mengatakan Kota Kupang masih membutuhkan penanganan isu kesehatan terutama kanker dan program imunisasi. Selain masalah kesehatan, pendidikan juga menjadi perhatian besar dari Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang telah menyalurkan bantuan berupa seragam untuk anak-anak usia sekolah di beberapa sekolah yang ada di wilayah Kota Kupang, meskipun dirasa belum mencakup seluruh kebutuhan saat ini.

Pemerintah Kota Kupang berupaya secara serius turut memantau pelaksanaan program-program UNICEF agar benar-benar sampai ke masyarakat khususnya anak-anak yang menjadi fokus utama. “Kami berterima kasih kepada pihak UNICEF yang telah memberi perhatian dan membantu Kota Kupang dalam bidang kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak yang dinilai sangat strategis dan menjadi fokus Pemerintah Kota Kupang,” kata Wali Kota Kupang.

Terkait masalah sanitasi dan kesehatan yang paling banyak terjadi di Kota Kupang, terutama masalah gizi buruk pada anak-anak, menurut Walikota Kupang masih mengalami kendala terkait keterbatasan anggaran, tetapi Pemerintah Kota Kupang akan berupaya untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk masalah-masalah tersebut.

Isu kesehatan lainnya antara lain kekurangan air bersih yang dapat mengancam kesehatan masyarakat, selain karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah pada tempatnya. Dinas Kesehatan Kota Kupang melalui perwakilannya menyampaikan bahwa beberapa program UNICEF di Kota Kupang sudah terlaksana dengan baik, di antaranya program yang bersentuhan langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak, sedangkan untuk masalah kesehatan bagi orang dewasa seperti Kanker, HIV, serta kesehatan lingkungan seperti tempat pembuangan sampah dan jamban yang belum memadai. Masalah Stunting sudah dikendalikan dengan cara pemberian obat cacing bagi anak sekolah, sedangkan penyakit menular menjadi fokus utama karena dari waktu ke waktu prevalensinya semakin meningkat.

Selanjutnya, kunjungan kedua dari UNICEF adalah Mrs. Jee Hyun Rah. Ia sendiri mengepalai urusan gizi di UNICEF Jakarta. Ia bersama tim nutrisi UNICEF berkunjung ke NTT, yakni Kabupaten Belu dan Kota Kupang untuk melakukan diskusi kelompok terfokus tentang penanganan stunting di Kota Kupang, terutama melihat kebutuhan dan kesenjangan yang ada. Hasilnya akan dirumuskan dalam bentuk usulan intervensi yang dapat didukung UNICEF.

Dalam kesempatan itu, Mrs. Jee Hyun Rah menyampaikan bahwa Kota Kupang memang mengalami kasus gizi buruk tetapi ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang yang telah menerapkan pemerintahan yang baik serta komitmen secara politis dalam hal pengendalian kasus gizi buruk pada balita dengan mengalokasikan anggaran yang memadai serta meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga kesehatan dan sumber daya manusianya.

Turut hadir mendampingi Walikota Kupang dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala Bappeda, Ir. Eduard John Pelt, Kepala Dinas Sosial, drg. Retnowati, Kepala Bagian Humas dan Informasi Sekretariat Daerah, Yanuar Dally, SH, M.Si, dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang. (hms/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed