oleh

Vaksinasi di Yellow Clinic Dihentikan, Kadiskes Kota Kupang: Acara Vaksinnya Memang Sudah Selesai

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Dalam rangka HUT ke-57 Partai Golkar, DPD Partai Golkar NTT menggelar vaksinasi untuk 250 warga yang berlangsung di Yellow Clinic, Rabu (20/10/2021). Namun, para tenaga kesehatan yang bertugas dikabarkan tiba-tiba pulang, sehingga kegiatan tersebut urung dilaksanakan.

Terkait ini, Sekretaris Panitia HUT Ke-57 Partai Golkar tingkat Provinsi NTT, Sokan Teibang kepada RakyatNTT.com, menjelaskan aksi vaksinasi yang dilaksanakan di Yellow Clinic bentukan Partai Golkar ini untuk mendukung percepatan vaksinasi di NTT dan khususnya Kota Kupang. Dan, dalam rangka HUT Partai Golkar 20 Oktober, rencananya 250 warga akan divaksin. Jumlah nakes yang bertugas sebanyak 14 orang.

Iklan Dimonium Air

“Jadi tadi baru vaksin 60 orang, tiba-tiba para nakes ini ditarik dengan alasan atas perintah pimpinan, sehingga vaksinasi tidak kita lanjutkan,” kata Sokan.

Lebih lanjut ia mengatakan belum mengetahui jelas apa alasan para nakes ini ditarik kembali. Namun, pihaknya menyayangkan sikap Pemkot Kupang karena seolah-olah tidak mendukung upaya vaksinasi.

Padahal, kata Sokan, kegiatan ini dilaksanakan atas koordinasi dengan Pemkot Kupang. “Sudah ada koordinasi. Bahkan vaksin ini dari Pemkot. Kuotanya dari Pemkot termasuk dengan para tenaga kesehatan,” ujar Sokan.

Lebih lanjut, menurutnya, jika alasannya politis, maka sangat disayangkan, karena aksi ini murni aksi kemanusiaan untuk mendukung percepatan vaksinasi.

Kegiatan Vaksinasi Sudah Selesai, sehingga Nakes Dipulangkan

Terpisah, Pemerintah Kota Kupang melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati menegaskan Pemkot Kupang mendukung penuh vaksinasi yang dilakukan Partai Golkar melalui Yellow Clinic. Sebagai bukti dukungan, Dinkes Kota Kupang memberikan kuota vaksin sekaligus tenaga kesehatan untuk vaksinasi.

“Terima kasih karena sudah ikut membantu percepatan vaksinasi di Kota Kupang sehingga saat ini sudah mencapai angka 80 persen,” kata Retno.

Baca Juga:  Percepat Capaian Herd Immunity, PDIP NTT Kembali Gelar Vaksinasi¬†

Namun, terkait informasi bahwa tenaga kesehatan (Nakes) ditarik oleh Pemkot sehingga vaksinasi tidak dilanjutkan, Retno menegaskan hal itu tidak benar.

Menurutnya, tidak ada kebijakan penarikan tenaga kesehatan saat proses vaksinasi. “Yang benar adalah kegiatan vaksinasi oleh Yellow Clinic sudah selesai dan mau dilanjutkan dengan acara HUT partai, maka Nakes yang ada pulang untuk melanjutkan kegiatan lainnya,” kata Retno.

Retno menjelaskan, sesuai surat permohonan yang masuk ke Dinkes, kegiatannya adalah layanan vaksinasi. Tidak ada kegiatan HUT Partai Golkar. “Prinsipnya itu pelayanan vaksin di Yellow Clinic, tidak ada acara partai ulang tahun,” tegasnya lagi.

Oleh karena itu, setelah vaksinasi selesai, tenaga kesehatan yang berasal dari Puskesmas Oesapa harus kembali, sebab acara itu dilanjutkan dengan kegiatan partai.

Menurut Retno, awalnya Anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat yang meminta untuk dilaksanakan vaksinasi. Atas permintaan itu, Dinkes dan Puskesmas Oesapa menyanggupinya.

“Jadi sudah selesai pelayanan. Jam 8 sampai jam 11 itu. Karena mau launching klinik, jadi mereka tanya Pak Zeyto, sama Pak Zeyto disuruh pulang. Prinsipnya itu, petugas menjalankan vaksinasi tahap 2 melalui Yellow Clinic yang juga adalah fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pemkot mendukung penuh vaksinasi di Kota Kupang dan berterima kasih atas kegiatan Yellow Clinic. Namun ia menyayangkan statement yang menyerang pribadi Wali Kota Kupang dan mengaitkan dengan urusan Pilkada 2024. “Ini tidak saja kurang tepat tetapi juga sangat tidak etis. Kita fokus pelayanan vaksin saja tidak usah melebar ke mana mana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Oesapa, dr. Shanty Dewi yang dikonfirmasi menjelaskan sesuai surat dari Dinas Kesehatan, pelayanan dilaksanakan mulai pukul 08.00 Wita. Oleh karena itu, para nakes dari Puskesmas Oesapa melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat sekitar klinik sampai pukul 11.00 Wita. Selanjutnya, karena acara dilanjutkan dengan acara partai yakni launching klinik maka pelaksanaan vaksinasi berhenti. Sisa warga yang belum sempat divaksin lalu diarahkan untuk mendapatkan vaksin di Puskesmas Oesapa. “Kami melayani masyarakat sekitar klinik kurang lebih pukul 11 siang karena akan dilaksanakan launching klinik, jadi pelaksanaan vaksinasi berhenti dan sisa dari masyarakat diarahkan untuk pelayanan di Puskesmas Oesapa,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Luar Jawa-Bali hingga 22 November

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed