oleh

Aksi Tanam Pohon dan Tanam Air, UKAW Beri Pesan Lingkungan bagi Generasi Muda

Kupang, RNC – Keluarga besar Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang menggelar aksi peduli lingkungan dengan menanam pohon dan membuat sumur resapan pada musim hujan. Kegiatan ini berlangsung di area Kampus UKAW Kupang, Sabtu (19/12/2020).

Kegiatan ini melibatkan para dosen, pegawai dan mahasiswa. Rektor UKAW, Ayub Meko mengatakan aksi tanam pohon di lingkungan kampus sudah menjadi rutinitas menyambut musim penghujan. Apalagi, gereja juga menetapkan bulan November sebagai bulan lingkungan hidup.

“Penanaman ini juga sebagai wujud menanamkan pola pikir yang konstruktif. Kami mengajak semua teman dosen, pegawai dan mahasiswa untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon taduk dan beringin,” ujarnya.

Menurutnya, pohon-pohon yang ditanam ini bakal tumbuh secara baik dan bermanfaat memberikan kesejukan dari hasil filterisasi udara. Selain itu, akar dari pohon bermanfaat untuk menyerap air bawah tanah.

Selain menanam pohom, mereka juga membuat 36 lubang resapan air di area kampus tersebut. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan persediaan air bawah tanah. “Mungkin kita di lingkungan kampus tidak nikmati air dalam tanah tapi paling tidak dapat meningkatkan debit air dalam tanah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ini Alasan Wali Kota Jeriko Getol Lakukan Penghijauan di Kota Kupang

Dosen Fakultas Pertanian UKAW, Zet Malelak mengatakan saat ini warga harus memiliki moral kepedulian lingkungan. Lebih khusus di Kota Kupang, karena perubahan iklim yang terjadi adalah hasil pertumbuhan penduduk dengan membangun tanpa melihat dampak lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan berbagai masalah dasar yakni kekurangan sumber air baku serta musim kemarau yang panjang.

“Oleh sebab itu, kita harus kembalikan dan persiapkan hutan secara baik. Sehingga ke depannya tidak kekurangan air tanah,” ungkapnya.

Zet mengatakan semangat peduli lingkungan ini mesti menjadi budaya di era globalisasi saat ini. Bahkan, yang terpenting saat ini adalah menghadirkan hutan di tengah kota, sebab hal tersebut adalah wujud upaya manusia dalam mempersiapkan masa depan bagi kelangsungan hidup generasinya.

“Inilah yang kami tukarkan kepada mahasiswa dan mahasiswa menularkan kepada semua orang,” pungkasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed