Aroma Politik di Balik Aksi Mogok Kerja Dokter Spesialis RSUD SK Lerik

Kota Kupangdibaca 472 kali

Kupang, RNC - Aksi mogok kerja yang dilakukan sejumlah dokter spesialis di RSUD SK Lerik, awal pekan ini, mulai dikait - kaitkan dengan kepentingan politik. Walaupun hal itu telah dibantah direktur, drg. Dian Sukmawaty Arkiang, dalam sesi jumpa pers siang tadi (3/8/2026), namun rumor yang beredar menyebutkan manajemen RSUD SK Lerik mulai tak bisa diatur karena Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore (Jeriko) sebentar lagi turun dari jabatannya. Kendati demikian, sang direktur tidak menyangkal jika ada konflik internal antar pemangku jabatan di dalam manajemen RSUD SK Lerik.

Kepada para wartawan, drg. Dian menandaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan para dokter spesialis tersebut semata - mata diakibatkan miskomunikasi. “Tidak ada maksud untuk mengganggu kinerja Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Walikota, Hermanus Man,” kata Dian. Dikatakannya, persoalan insentif para dokter spesialis yang belum terbayarkan, telah diselesaikan dalam rapat internal para dokter, Selasa (2/8/2026).

drg. Dian mengatakan, mogok kerja tersebut pun tidak ada sangkut-pautnya dengan konflik internal antar pemangku jabatan di dalam manajemen RSUD, seperti info tak jelas yang bertebaran di luar. “Selama ini komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Masalah ini hanya berkaitan dengan insentif, dimana harus melalui suatu regulasi. Jadi tidak berhubungan dengan masalah internal manajemen,” kilahnya.

Ketua Komite Medik RSUD SK Lerik, dr. Ronald SP An menambahkan, pelayanan di RSUD SK Lerik tidak ada “embel - embel” politik. Dia memastikan, persoalan yang sama tidak akan terjadi lagi, karena semua telah bersepakat memperkuat komunikasi, koordinasi dan transparansi pengelolaan anggaran.

“Dinamika yang terjadi tidak ada unsur kepentingan ataupun tunggangan politik. Mogok kerja tersebut tidak secara menyeluruh, karena dokter juga mengetahui asas etika profesinya. Kami sebagai dokter tidak boleh berada di dimensi politik. Tugas kami hanya melayani pasien. Siapapun pemimpinnya, kami mengikuti dan tidak ada tendensi politik manapun, dan tidak ada hal itu dalam pelayanan kami kepada pasien,” kata Ronald. (rnc04)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *