Kupang, RNC - Pengusaha muda asal Kota Kupang, Bobby Liyanto resmi dilantik menjadi Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Provinsi NTT masa bakti 2021-2026. Pengukuhan pengurus Kadin NTT berlangsung di Aula El Tari Kupang, Senin (11/7/2026) siang.
Pantauan RakyatNTT.com, Bobby dan pengurus Kadin NTT yang baru dikukuhkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. Pelantikan dihadiri langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak, Letjen (Purn) Doni Monardo, Danjen Kopassus Mayor Jenderal Iwan Setiawan.
Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan setelah terpilih beberapa bulan lalu sebagai Ketua Kadin NTT, ia bersama sejumlah rekan langsung membantu menyukseskan kegiatan vaksinasi di daratan Timor. “Dari hasil vaksin tersebut tercatat ada 9.902 dosis yang tersebar di lima kabupaten dan kota di Pulau Timor,” ujarnya.
Selain itu, Kadin NTT juga sudah memberikan perhatian terhadap penanganan covid-19. Kadin menyumbang 30 unit incenerator untuk sejumlah rumah sakit.
Terkait bidang kesehatan, menurutnya, itu adalah hal utama saat masa pandemi covid-19. Pasalnya, pandemi menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi di NTT dan Indonesia. “Sebanyak 30 unit incenerator merupakan bantuan dari Kadin pusat yang telah didistribusikan oleh Kadin NTT dan digunakan di berbagai rumah sakit,” katanya.
Untuk memajukan Kadin NTT, Bobby mengatakan yang akan dilakukan ke depan yakni peningkatan SDM para pelaku ekonomi di NTT. Akan dilakukan pelatihan baik melalui webinar maupun tatap muka. Lebih khusus tentang digitalisasi entrepreneur. “Besok akan dibuka sekolah ekspor. Anak muda harus belajar untuk ekspor,” ungkapnya.
Bobby juga menyampaikan, Kadin NTT melakukan kerja sama dan kolaborasi bersama Bank Indonesia guna mendukung program BI Yes. Dalam kolaborasi ini, ada pelatihan untuk 1.000 start up.
Untuk mendukung usaha kreatif pelaku UMKM di desa-desa, Kadin juga akan melaunching pengajaran secara online bahasa Inggris dengan BPOM untuk mengurus sertifikat MD bagi pelaku UMKM.
“Kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan para pelaku UMKM dalam mengurus sertifikat MD karena selama ini dalam pengurusannya sulit,” ujar Bobby.
Ditambahkan, kolaborasi bersama BPOM bertujuan untuk meningkatkan kelas UMKM di NTT. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan MoU bersama BPOM dan Universitas Nusa Cendana Kupang. “Hari ini akan ditandatangani MoU bersama BPOM dan Undana,” kata Bobby. (rnc04)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com





