Kupang, RNC - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia, Yayasan Rumah Inovasi Flobamora menggelar lomba menulis dan diskusi publik yang bertema “Strategi Membangun NTT”. Kegiatan ini bakal melibatkan seluruh peserta didik tingkat SMA/SMK dan masyarakat umum.
Ditemui RakyatNTT.com, Ketua Panitia Pelaksana Lomba Menulis dan Diskusi Publik, Antonius Maku menyampaikan lomba menulis digelar dalam waktu 1 bulan. Para peserta sudah bisa mengajukan tulisannya sejak pendaftaran dibuka pada 4 Juli sampai 4 Agustus 2022.
Total hadiah yang dipersiapkan senilai Rp25 juta untuk kategori SMA/K dan umum (mahasiswa dan masyarakat umum). Hingga saat ini pendaftaran masih dibuka. Para peserta didik dan masyarakat bisa mengakses melalui link pendaftaran yang disediakan. bisa mendaftar melalui nomor kontak panitia, 081334515368, 081339386777, 081246072404, 082237694870, 085738827917. Atau langsung mendatangi Sekretariat Panitia di Caffe and Resto Tite Hena, tepatnya di Trans Mart Kupang.
Antonius menjelaskan, para calon peserta dari seluruh NTT bisa mendaftar dan menyerahkan langsung tulisannya. Peserta dikenakan biaya administrasi senilai Rp50.000 untuk kategori umum dan Rp30.000 untuk kategori SMA/SMK per orang. Khusus bagi peserta dari luar Kota Kupang bisa mengakses pendaftaran di sini.
Terkait tema tulisan yang disediakan, bisa menggunakan pendekatan sosok atau tokoh pembangunan dari berbagai macam sektor yang dinilai telah memberikan dampak baik bagi kemajuan daerah.
“Mudah-mudahan lomba menulis ini menjadi cikal bakal hadirnya motivasi atau event-event selanjutnya. Harapannya juga masih berkaitan dengan sumber daya manusia di NTT mampu berkualitas, sebab dengan penulisan kita bisa mengetahui seperti apa kualitas SDM generasi kita untuk masa depan,” jelasnya.
Lomba menulis ini akan menghasilkan 10 penulis yang menjadi juara di masing-masing kategori. Para penulis ini akan mengikuti diskusi publik bersama tim penilai. Pada event tersebut, para penulis akan mempresentasikan materi dari tulisan mereka. “Pada sesi ini, tentu menjadi puncak kegiatan, di mana para peserta akan memberikan gagasannya tentang pembangunan yang harus dan sedang berjalan di daerah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Anton berharap masyarakat ataupun lembaga pendidikan bisa melibatkan diri, dan mau memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terlibat dalam lomba tersebut. Semua peserta bakal mendapat sertifikat atau piagam penghargaan.
“Sekarang untuk mahasiswa dan juga guru-guru wajib memiliki sertifikat karya tulis, bahkan peserta didik pun akan bisa mengasah kemampuannya dalam menulis. Ini kesempatan yang harus diikuti,” imbaunya. (rnc04)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com














