oleh

Dari Batas NKRI, “Terima Kasih Bapak Fransiscus Go”

Kupang, RNC – Antusias generasi milenial di Pulau Timor mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar GMT Institute dan Yayasan Felix Maria Go, sangat tinggi. Hal itu terlihat, dari banyaknya peserta yang selalu melebihi kuota. Pelatihan itu sendiri dimulai dari Timor Tengah Selatan (SoE), Timor Tengah Utara (Kefamenanu), Malaka (Betun) dan terakhir di Belu (Atambua). Pemateri dalam pelatihan jurnalistik itu yakni Robert Kadang (redaktur/editor RakyatNTT.com) dan Sofa Nurdiyanti dari GMT Institute, serta perwakilan dari GMT Institute, Ari Huma. Kepada para peserta, diajarkan cara menulis berita yang baik, sehingga membedakan dengan informasi hoax yang berseliweran. Selain itu, juga diajarkan soal editing dan kode etik jurnalis sesuai Undang – undang tentang PERS No.40 Tahun 1999.

Peserta pelatihan berasal dari kalangan mahasiswa berbagai universitas yang ada di daratan Timor. Tidak ketinggalan anak – anak SMA dari sekolah unggulan, serta aparat pemerintah desa. Tujuan dari pelatihan jurnalistik itu sendiri, yakni untuk menumbuh-kembangkan minat anak – anak NTT, khususnya yang ada di Pulau Timor, menjadi penulis – penulis handal dan berbakat. “Beta bangga bisa liat anak – anak NTT banyak tersebar di media – media nasional, di Jakarta. Salah satunya Pak Don Bosco Selamun yang berada di jajaran petinggi Metro TV. Potensi anak – anak NTT di bidang jurnalistik, tidak diragukan. Karena itu, pelatihan vokasi seperti ini perlu didorong agar menumbuh-kembangkan minat anak – anak NTT di bidang jurnalistik,” kata Frans Go, CEO GMT Institute terkait kegiatan yang diinisiasi lembaganya tersebut.

Menurut para peserta, pelatihan jurnalistik tersebut sangat membantu mereka. Pasalnya, ada mata kuliah yang berkaitan dengan jurnalistik. “Bahkan kami punya mata kuliah jurnalistik keolahragaan. Pelatihan ini sangat membantu kami, dimana ada begitu banyak hal baru yang kami ketahui,” ujar Ardi Tafui, M.Pd, dosen dari Institute Pendidikan Soe. Sayangnya, lanjut Ardi, pelatihan jurnalistik tersebut dirasakan sangat singkat. Padahal, mereka ingin mendapatkan materi sebanyak mungkin. “Kami berharap pelatihan ini ada tahap lanjutan, sebab kami ingin mendapatkan masukan dan arahan dari Pak Robert khususnya. Mengingat, tahun depan, kami akan buka jurusan khusus yang berkaitan dengan jurnalistik,” sebut Ardi.

Baca Juga:  Fransiscus Go, Tokoh Inspirasi Anak Muda NTT

Di Kefamenanu, anak -anak SMUK Warta Bhakti tak mau kalah. Di akhir pelatihan, mereka meminta waktu untuk mewawancarai pemateri (Robert Kadang), terkait masalah kewartawanan. “Di sekolah kami banyak berhubungan dengan jurnalistik. Dan, itu menyenangkan. Kami berharap Pak Robert mau membimbing kami di grup, kalau kami bertanya. Kami akan kirim beberapa tulisan atau tugas jurnalistik, mohon bapak membantu kami untuk dikoreksi kalau ada yang salah. Yang jelas, pelatihan ini sangat membantu kami, dan kalau bisa berlanjut di waktu – waktu mendatang,” kata mereka.

Hal yang sama dikemukakan mahasiswa Universitas Pertahanan di Belu. Menurut mereka, mendapatkan pelatihan cara menulis sebuah berita, sangatlah menyenangkan. Pasalnya, ada beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan teknik penulisan sebuah laporan. “Melalui pelatihan jurnalistik ini, kami akhirnya bisa paham dan membedakan, mana informasi hoax dan mana berita karya jusnalistik. Salam hangat kami dari perbatasan NKRI kepada bapak Fransiscus Go yang punya kepedulian menggelar pelatihan jurnalistik hingga ke perbatasan NKRI,” ucap mereka. (robert kadang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *