oleh

DPD RI Fasilitasi Dialog terkait Insiden Kapal Garda Maritim di Pelabuhan Bolok

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) dan klarifikasi terkait pengaduan PT Garda Maritim tentang adanya persaingan tidak sehat yang dialami KMP Garda Maritim 3 di Pelabuhan Ferry ASDP Bolok, Kupang.

Rapat itu dipimpin langsung anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, di Kantor DPD RI Perwakilan NTT, Rabu (14/4/2021).

Iklan Dimonium Air

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur PT Garda Maritim Yusak Benu dan Bobby Pitoby, perwakilan Dinas Pehubungan Ary Bay, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton, GM PT ASDP Indonesia Ferry Kupang Cuk Prayitno, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XIII NTT Tito Gesit Utiarto dan Kantor Syahbandar Kupang, Kolonel Sandy.

Direktur PT Garda Maritim, Yusak Benu menyampaikan tentang peristiwa yang dialami KMP Garda Maritim 3 di Pelabuhan ASDP Bolok saat membawa penumpang korban badai siklon tropis Seroja dari Kabupaten Rote Ndao menuju Kupang akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Senator Ini Minta Perkuat Gerakan Kesetiakawanan Hadapi Covid-19 dan Badai Seroja

Menurut Yusak, PT ASDP telah memberikan pelayanan yang kurang baik dimana KMP Garda Maritim 3 dibiarkan hampir tiga jam tidak bisa berlabuh di Pelabuhan ASDP Bolok, Sabtu (10/4/2021).

Dikatakan, saat itu KMP Garda Maritim 3 mengangkut penumpang dari Rote yang hampir semuanya korban badai Seroja. Ada juga petugas myang hendak ke Kupang.

Menurut informasi yang ia dapat, akibat terlambat diberi akses untuk sandar, para penumpang KMP Garda Maritim 3 terpaksa meloncat ke kapal yang lain untuk sampai ke dermaga.

“Korban bencana, kaki patah, anak-anak dan orang tua harus loncat dari kapal ke kapal. Hampir jam 3 kami diizinkan parkir,” sebut Yusak.

Yusak pun menyayangkan hal tersebut dan meminta klarifikasi ke pihak PT. ASDP Kupang yang hadir dalam rapat itu. “Closing dari saya, saya mau semua mengikuti peraturan. Kami ini putra daerah yang pingin berusaha secara baik dan kita juga sama. Di tempat ini saya tidak ingin menyalahkan tapi kita cari solusi,” kata Yusak.

Menanggapi hal itu, Ari Bay dari Dinas Pehubungan NTT tidak menyangka persoalan itu dibawa dalam forum rapat dengan DPD RI Perwakilan NTT dan pihak terkait lainnya. Ari mengatakan, saat mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak ASDP Kupang dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sehingga persoalan tersebut sudah selesai. “Kami dari pihak dinas mengetahui hal tersebut. Langkah-langkah sudah kami ambil. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak ASDP dan BPTD. Pada saat hari itu juga masalah tersebut terselesaikan. Kami sendiri tidak menyangka bahwa akan seperti ini dipertemukan dalam rapat untuk membahas masalah ini,” ujar Ari.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Kupang Cuk Prayitno mengakui, saat itu terjadi penumpukan kapal di Pelabuhan Bolok. Di saat yang sama juga, pihaknya menerima banyak permintaan baik itu dari BUMN, Pemerintah maupun swasta agar mendapat pelayaran untuk mengangkut bantuan ke lokasi bencana.

“Semua BPTD, Pehubungan, semua dari BUMN teriak ada kapal gak bisa bantu. Akhirnya kami menggerakkan kapal dari Maumere pak, yang dia musti untuk keperintisan di seputaran Maumere kami berangkatkan ke Larantuka, Adonaraa, Lembata karena kondisi gak ada kapal,” pungkasnya.

“Kapal semua ada di Bolok, pak akibat badai seroja. Teman-teman kapal tidak berani karena Laut Sawu kondisinya masih sangat tinggi gelombangnya sehingga harapannya ya supaya kami bisa membantu kami menggerakkan kapal dari Maumere,” kata pria yang kerap disapa Cuk itu.

BACA JUGA: Puasa Tak Halangi Pembentukan Daya Tahan Tubuh Usai Vaksinasi

Di akhir rapat itu, Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto menyampaikan kejadian tersebut merupakan miskomunikasi belaka. Oleh karena itu, perlu adanya kedewasaan berpikir dan bersikap dalam menanggapi laporan dari lapangan.

“Sudah ada niat baik cuman cara berkomunikasi saja dan koordinasi ke bawah. Kalo bisa kita berpikir dengan baik komunikasi dengan baik pasti akan lebih maju,” terang senator asal NTT itu.

Untuk diketahui, pada Sabtu (10/4/2021) lalu, kapal Garda Maritim 3 yang berlayar dari Pelabuhan Pantai Baru, Rote, saat tiba di Pelabuhan Bolok, Kupang, sempat terkatung-katung hampir 3 jam. Kapal tersebut tidak bisa sandar, karena ada kapal milik ASDP yang masih bersandar di dermaga.

Para penumpang pun terpaksa turun ke dermaga dengan cara meloncat ke kapal milik ASDP tersebut. Sebagian dari penumpang tersebut merupakan korban bencana yang berobat ke Kota Kupang. (rnc20)

  • 14
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed