Jeriko Heran TPP Nakes Dibatalkan dengan Alasan Tak Ada Uang

Headline, Kota Kupangdibaca 5,450 kali

Kupang, RNC - Mantan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang dimintai komentarnya terkait kebijakan menaikkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) para tenaga kesehatan (Nakes) di Pemkot Kupang, mengaku heran karena Pemkot dan DPRD mengatakan tak ada uang.

Padahal, kebijakan menaikkan TPP Nakes melalui Perwali Nomor 22 Tahun 2022 ini sudah melalui konsultasi ke Kemenkeu dan Kemendagri dan telah disetujui. Tinggal dimasukkan dalam Perda APBD Perubahan agar pemkot bisa membayar TPP tersebut, yang nilainya maksimal mencapai Rp3 miliar.

“Memang sebelumnya ada Perwali nomor 8 dimana nakes dan guru hanya dapat Rp600 ribu. Saya protes ke dinas kenapa seperti ini. Itu tidak fair. Makanya diganti dengan Perwali 22 untuk mendapat Rp1.350.000 dan itu sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan dan Kemendagri,” kata Jeriko, Jumat (4/11/2026) lalu di Kupang.

Ia menjelaskan, keputusan untuk menetapkan TPP Rp1.350.000 sudah sesuai dengan perhitungan kemampuan keuangan daerah. Dengan disetujui kementerian, artinya sudah melalui analisis pihak kementerian. “Kita sudah hitung kemampuan keuangan kita, jadi bukan karang-karang. Kecuali kita tidak mengerti. Ini diputuskan Kemenkeu. Dasar hitungannya ada, dilihat pendapatan, biaya dan sebagainya. Jadi bukan tba-tiba,” ujarnya lagi.

Setelah usulan TPP tersebut disetujui kementerian, maka diajukan ke DPRD agar masuk dalam perda APBD perubahan. Sayangnya tidak diakomodir dalam APBD perubahan, sehingga bisa tidak bisa dibayar. “Saya heran juga, siapa yang tidak ada duit. Kita sudah hitung, jadi jangan bilang tidak ada duit. Karena usulan itu sudah dihitung berdasarkan kemampuan keuangan daerah. Jadi pertanyaannya adalah mau bayar atau tidak. Kalau memang sudah ada niat untuk tidak mau bayar memang susah. Tinggal buat alasan. Ini tanda-tanda memang tidak ada niat untuk bayar,” kata Jeriko.

Baca Juga:  Didukung Keluarga Besar, Adinda Lebu Raya Siap 'Gas' Bersama Jeriko di Pilwalkot Kupang

Ia juga mengaku heran karena disebutkan Pemkot tak punya uang untuk membayar. Padahal, saat pembahasan APBD, anggaran untuk DPRD justru dinaikkan. “Masa pemda tidak punya uang Rp3 miliar untuk anak-anak kita” Kalau bilang tidak ada duit saya yakin itu tipu, karena buktinya dewan ada tambahan anggaran, ada tambahan pokir dan lain-lain. Sementara untuk nakes hanya Rp3 miliar masa tidak bisa,” ujar mantan anggota Komisi X DPR RI dua periode ini. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Kontribusi Pemkot Kupang masa kepemimpin Dr.Jefry untuk kesejahteraan tenaga kesehatan kota kupang sangat Tepat,karena mekanisme/sop kedinasan sudah sesuai penyelenggaraan daerah untuk kota kupang yang semakin maju..tapi sayangnya kepemimpinan sekarang hanya tahu soal bela diri/membela diri sendiri bukan untuk kepentingan kesehatan/kesehahteraan kota.
    Dr Jefry Riwu Kore..memiliki Visi/misi Besar sebagai seorang Pemimpin dan itu sudah di buktikan melalui wajah Kota Kupang yang semakin sehat,asri dan harmonis.

  2. Memang anggota DPRD itu semua ga ngerti, hanya ingat perut sendiri, ga mau perhatikan kesejahteraan nakes yang susah payah merawat anak2 mereka, keluarga mereka yang sakit di rumah sakit, membantu merawat masyarakat yang sakit di rumah sakit, dan nakes itu pekerjaan mulia yang perlu di hargai jerih payahnya, Pejabat kota sepertinya ga tau apa2 hanya mulut doang yang besar……bapak balik lagi jd walikota yaa biar semua nakes bisa tersenyum……😍😍😍