oleh

Air Mancur Bundaran Tirosa Memang Mahal, Siapa Biayai?

Kupang, RNC – Sudah hampir 2 bulan terakhir air mancur Bundaran Tirosa tak lagi hidup. Belakangan muncul polemik soal biayanya yang mahal. Bahkan Pemkot Kupang disebut-sebut tak mampu membiayainya.

Publik pun bertanya-tanya seberapa besar biaya menghidupkan air mancur menari tersebut. Dalam bincang-bincang awak media dengan mantan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, Jumat (4/11/2022) lalu, terungkap kalau biaya air mancur memang mahal.

Jeriko-sapaan karib Jefri Riwu Kore mengatakan dirinya membandingkan air mancur Tirosa dengan air mancur yang ada di Surabaya maupun di Semarang. Saat berdiskusi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ia iseng menanyakan soal air mancur di Semarang itu. “Saya bicara dengan Pak Ganjar, ternyata air mancur di sana hidup hanya di hari-hari besar, karena memang mahal,” ungkap Jeriko.

Ia juga sempat berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Surabaya terkait air mancur di dekat Unair yang dibangun Pemkot Surabaya. Air mancur itu hanya dihidupkan saat hari libur. Tidak setiap minggu. “Makanya Pak Ganjar juga heran, kita bisa (hidupkan) tiap minggu,” katanya.

Menurut Jeriko, biaya air mancur itu sangat mahal. Butuh ratusan juta untuk menghidupkan sekaligus merawatnya setiap tahun. Oleh karena itu, air mancur tidak bisa dihidupkan setiap saat.

Soal pembiayaan, menurutnya, Pemkot Kupang tidak membiayai air mancur Bundaran Tirosa. Air mancur itu dibuat oleh Bank NTT dan dikelola Bank NTT. Ini merupakan kerja sama Pemkot Kupang dengan Bank NTT. Oleh karena itu, pengelolaannya oleh Bank NTT bukan Pemkot Kupang. “Yang bayar listrik Bank NTT. Yang maintenance juga Bank NTT. Semua biaya tanya ke Bank NTT karena Pemkot tidak pernah bayar listriknya,” kata Jeriko.

Baca Juga:  Didukung Keluarga Besar, Adinda Lebu Raya Siap 'Gas' Bersama Jeriko di Pilwalkot Kupang

Mantan anggota DPR RI ini menyayangkan pihak-pihak yang menuding pembangunan Bundaran Tirosa tanpa perencanaan. Menurutnya, Pemkot Kupang membangun bundaran tersebut sebagai landmark Kota Kupang untuk mempercantik wajah kota. Namun, khusus untuk air mancur, Pemkot bekerja sama dengan Bank NTT sebagai sponsor.

“Makanya ada logo Bank NTT di situ. Jadi kalau bilang tidak ada perencanaan, tanya dulu, jangan sampai salah ngomong. Cek benar atau tidak. Kita diuntungkan dengan adanya kerja sama dengan Bank NTT,” katanya. (rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *