oleh

Kisah Pilu Nenek 88 Tahun di Camplong, Sakit dan Tak Punya Biaya Pengobatan

Iklan Covid Walikota Kupang

Oelamasi, RNC – Agustina Walu Djo tak berdaya menahan sakit akibat salah satu lengannya patah. Dengan kondisi seperti itu, wanita yang berusia 88 tahun itu semestinya mendapat perawatan medis di rumah sakit. Sayang, nenek yang tinggal di Camplong Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang itu tak punya biaya pengobatan. Ia juga tak punya kartu BPJS Kesehatan, sehingga tak bisa berobat gratis.

Selama ini, Agustina tinggal hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama anak perempuannya yang bernama Rina Walu Djo. Karena ketiadaan biaya pengobatan, sang anak terpaksa menitipkan ibunya yang sudah renta itu di rumah seorang guru di RT 19 RW 09 Kelurahan Camplong, Kecamatan Fatuleu, untuk mendapatkan perawatan seadanya.

Iklan Dimonium Air

Rina Walu Djo menuturkan, ibunya masih bisa berjalan meski sudah berumur 88 tahun. Namun, pada Senin (15/2/2021), sang bunda terjatuh di depan rumah. Musibah itu mengakibatkan lengan kanan ibunya patah. Melihat kondisi demikian, Rina berniat membawa ibunya ke rumah sakit. Sayangnya, ia tak bisa berbuat banyak karena memang tak punya cukup uang. Parahnya lagi, hingga kini ibunya belum memiliki kartu identitas diri, baik itu KTP maupun Kartu Keluarga.

Rina sebenarnya punya penghasilan dari hasil mencuci pakaian tetangga. Namun upahnya tak seberapa dan selalu habis terpakai untuk membeli beras serta memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama sang ibunda. Selama ini, lanjut Rina, ia bersama ibunya juga tidak pernah mendapat bantuan sosial apapun baik dari pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan maupun dari Pemkab Kupang. Atas dasar inilah, maka ia terpaksa menitipkan ibunya di rumah seorang ibu guru dan dirawat oleh guru itu juga.

Sebagai anak, Rina ingin ibunya mendapat perawatan medis di rumah sakit sehingga lekas sembuh. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, ia memohon bantuan dari para donatur agar mau bersedia menyisikan sedikit rejeki untuk membantu ibunya berobat.

“Beta (saya-red) hanya hidup dari hasil cuci pakain dan bantu-bantu di rumah orang. Untuk kesembuhan mama, beta mohon bantuan dari bapa mama kaka ade semua sehingga mama bisa berobat di rumah sakit,” ungkap Rina Walu Djo. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed