oleh

Komunitas SEPE Kita-Claretian Berdayakan Mantan Buruh Migran

Iklan Demokrat

Oelamasi, RNC – Pada peringatan Hari Buruh Internasional, Sabtu (1/5/2021), Komunitas SEPE Kita-Claretian melakukan pelatihan pengolahan hasil potensi lokal NTT bagi para mantan buruh migran. Pelatihan ini berlangsung di Dusun Kiuteta, Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Selain mantan buruh mirgran, pelatihan ini juga menyasar keluarga-keluarga yang berdomisili di sekitar Desa Noelbaki.

Pada pelatihan ini, Komunitas SEPE Kita-Claretian membekali para mantan buruh migran dengan memberikan pelatihan pengolahan rimpang jahe, pengolahan keripik dan pengolahan aneka makanan ringan lainnya.

Iklan Dimonium Air

Ketua Solidaritas Komunitas SEPE Kita-Claretian, Yustin Sadji mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah migran di NTT. Sebab sampai saat ini, NTT masih menjadi propinsi penyumbang pekerja migran terbesar terbesar di Indonesia.

“Kita tentu tidak ingin mendengar ada mayat-mayat pekerja migran yang dikirim pulang akibat dianiaya majikan. Jadi Komunitas SEPE Kita-Claretian berusaha memberikan solusi bagi pencari kerja dan mantan buruh migran di NTT dengan memberdayakan mereka untuk mengelolah hasil potensi lokal,” ujar Yustin Sadji.

Dengan pelatihan ini, komunitas SEPE Kita-Claretian berharap agar para mantan buruh migran tidak lagi menjadi buruh migran, tetapi mencoba mengolah potensi yang ada di NTT. Dengan demikian, mereka mendapatkan penghasilan tambahan untuk membiayai kebutuhan keluarga.

Tak hanya berhenti pada pelatihan pengolahan, lanjut Yustin, Komunitas SEPE Kita-Claretian juga memberikan penegasan kepada para mantan buruh migran yang mengikuti latihan agar bisa memanfaatkan pengetahuan yang didapatkan dalam pelatihan sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

Untuk diketahui, Komunitas SEPE Kita-Claretian digagas oleh Kongregasi Claretian Delegasi Independen Indonesia – Timor Leste yang menghimpun semua elemen masyarakat (lintas agama) yang peduli dengan isu kemanusiaan. (*/rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed