oleh

Kota Kupang Inflasi 0,15 Persen, Begini Kebijakan Khusus Pemkot

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore melakukan High Level Meeting (HLM) melalui aplikasi zoom bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Senin (8/6/2020).

HLM tersebut diikuti langsung oleh Perwakilan BI Provinsi NTT, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satria Binti, Ditreskrimsus Polda NTT, Yudi Sinlaeloe, Direktur PD Pasar, Simon Pellokila bersama sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemkot Kupang.

BACA JUGA: Siap-siap, Gaji Dipotong 3%, Iuran Tapera jadi Tabungan Wajib

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengatakan pada bulan Mei tahun 2020 Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Berdasarkan data tersebut terdapat 10 komoditi penyumbang inflasi pada bulan Mei 2020, yang disebabkan karena tarif angkutan udara.
Sementara dari volatile food (bahan makanan), 10 komoditi penyumbang inflasi adalah cabai rawit, daun singkong, gula pasir, ikan teri, ikan kembung, pepaya muda, bunga pepaya, kentang, bawang merah dan daging ayam ras.

Berdasarkan hasil dan observasi di lapangan atas komoditi pendorong inflasi pada bulan Mei 2020, melonjaknya tarif angkutan udara karena Kemenhub menerapkan syarat penumpang pesawat harus bebas Covid-19 dengan melakukan rapid test.

Kemudian permintaan ikan segar relatif tinggi sementara jumlah ikan yang tersedia sangat terbatas, dikarenakan cuaca. Persediaan bawang merah menipis karena sudah melewati musim panen sejak beberapa bulan yang lalu dan masih menunggu pengiriman antarpulau.

“Oleh sebab itu, pemerintah Kota Kupang siap melakukan langkah-langkah untuk pengendalian inflasi, dengan menyiapkan kebijakan jangka panjang dan jangka pendek, terutama pertengahan tahun 2020,” kata wali kota.

BACA JUGA: Sambut New Normal, Ini Persiapan Bandara El Tari

Beberapa kebijakan jangka pendek yang dilaksanakan yakni mendorong Dinas Sosial menyelesaikan penyaluran Rastra kepada seluruh RTS-PM tepat waktu, melakukan pperasi pasar beras bersama dengan Perum Bulog, menggelar pasar murah pada lokasi-lokasi strategis seperti di kelurahan, pasar, tempat-tempat ibadah terutama gereja dan masjid, menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media masa (TVRI, RRI, koran, dan media sosial lainnya) bahwa Perum Bulog telah membuka loket penjualan sembako di Kantor Perum Bulog setiap hari.

Selain itu, melakukan pengawasan pada gudang-gudang sembako dan distributor yang beroperasi di Kota Kupang, mengimbau masyarakat agar tidak panik sehingga tidak melakukan pembelian kebutuhan melebihi kebutuhan. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed