Mahasiswa Prodi PAK IAKN Kupang Belajar Pendidikan Inklusif Bersama Praktisi

Kota Kupangdibaca 875 kali

Kupang, RNC - Dalam rangka mempersiapkan pendidik PAK yang memiliki keterampilan untuk mendidik peserta didik berkebutuhan khusus, Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyelenggarakan kuliah bersama praktisi Pendidikan Inklusif. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pascasarjana, Kampus IAKN Kupang, Sabtu (18/3/2026).

Kegiatan ini diikuti 85 orang mahasiswa Semester VI Prodi PAK di bawah asuhan dosen pengampuh mata kuliah Pendidikan Inklusif, Nofriana Baun, M.Pd.K dan Adriana I.S. Sole, M.Pd.K. Tampil juga praktisi pendidikan inklusif Hendrik Taedini, S.Pd yang merupakan guru SLB Kota Raja, guru les Klinik Tirta serta Ketua Forum Keluarga dengan Disabilitas.

Kegiatan kuliah ini sangat berguna bagi calon pendidik PAK agar memberikan pemahaman kepada para calon pendidik bahwa semua anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan serta menumbuhkan keterampilan dalam mendidik dan cara berinteraksi yang tepat dengan anak-anak inklusif.

Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan terlihat antusias dan bersemangat, karena merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Kampus IAKN kupang, secara khusus mata kuliah pendidikan inklusif. Hadir pada kesempatan itu, siswa autis ganda dan disaksikan oleh mahasiswa bagaimana cara berinteraksi dengan siswa tersebut.

Materi yang disampaikan oleh Hendrik Taedini sebagai praktisi adalah tentang mengenal anak-anak ABK di antaranya tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, dan anak autis. Materi disampaikan dengan begitu menarik disertai praktik berdasarkan pengalaman dari Hendrik sendiri.

 

Para mahasiswa dan dosen Prodi PAK IAKN Kupang usai mengikuti kuliah umum, Sabtu (18/3/2026). (Foto: Dok. IAKN Kupang)

Para mahasiswa terlihat penasaran tentang cara mengajari Anak Berkebutuhan Khusus. Mereka pun mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang ditanyakan seputaran pengalaman dari mahasiswi sendiri mengenai Anak Berkebutuhan Khusus.

Pengalaman baru ini ternyata begitu menyentuh nurani para mahasiswa. Terlihat ada yang meneteskan air mata ketika melihat secara langsung pola dan tingkah laku anak autis ganda yang merupakan siswa dari Hendrik yang bernama Jerikho.

Seorang mahasiswa Semester VI, Priska Neolaka yang mengaku tergugah, mengatakan dirinya sangat bersyukur karena mendapatkan banyak pengetahuan dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kegiatan ini membuat kami berpandangan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus itu memiliki hal yang luar biasa yang banyak orang belum ketahui, dan saya berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut agar menyiapkan diri kami untuk memahami mereka lebih dalam. Hal ini membuat kami sebagai calon pendidik nantinya tidak akan kewalahan ketika dalam dunia kerja bertemu secara langsung dengan anak berkebutuhan khusus,” kata Priska.

Mahasiswa lainnya, Marlince Makalaka, mengatakan menyampaikan terima kasih kepada Prodi PAK atas kegiatan yang luar biasa ini karena memberikan kuliah yang berbeda dari sebelumnya. Mereka diajarkan mengenai anak berkebutuhan khusus oleh ahlinya yang sudah berpengalaman. Hal ini membuat mahasiswa sadar bahwa pendidik PAK dipanggil Tuhan bukan hanya untuk orang-orang normal, tetapi juga dipanggil untuk anak-anak seperti mereka karena belajar dari Tuhan Yesus sang Guru Agung yang tidak membedakan siapa audiens dalam setiap pengajarannya.

“Sehingga, saya berharap kegiatan ini tidak sampai di sini saja, tetapi dapat terus dilakukan guna menghasilkan calon pendidik PAK yang profesional,” kata Marlince dengan penuh semangat.

Hendrik juga berharap kegiatan ini tidak cukup sampai di sini, tetapi terus berlanjut. Ia berharap mahasiswa bisa berkunjung ke SLB untuk menyaksikan lebih detail tentang bagaimana mengajar anak inklusif. (*/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *