oleh

Empat Prodi Terakreditasi Internasional di Undana Tindak Lanjut Rekomendasi ASIIN

Kupang, RNC – Terdapat empat program studi (Prodi) terakreditasi internasional di Universitas Nusa Cendana, yakni S2 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian, S1 Peternakan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) dan S1 Budidaya Perairan FPKP.

Keempat prodi ini membahas rencana aksi dalam rangka menindaklanjuti sejumlah rekomendasi yang diberikan ASIIN atau Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik.

Sebelumnya, 4 prodi tersebut telah mendapat akreditasi internasional dari lembaga akreditasi internasional asal Jerman itu pada bulan April 2024 lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rektorat Undana, Rabu (19/6/2024).

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si menyampaikan terima kasih atas konsistensi dan kerja keras pimpinan PPs, FPKP dan Faperta, LP3M Undana dan Task Force Akreditasi, hingga jajaran Prodi dalam mengawal akreditasi internasional. Menurutnya, kerja keras seluruh stakeholder telah mendatangkan manfaat baik bagi institusi, PPs, fakultas, prodi maupun individu masing-masing dosen.

Prodi S2 Lingkungan jadi Penyelenggara LPDP

Menariknya, WR I Prof. Annytha Detha menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah bertemu dengan Direktur Beasiswa LPDP dan diterima dengan baik, karena Undana saat ini memiliki prodi unggul dan internasional. “Sebagai informasi, tahun ini kita sudah bisa menjadi penyelenggara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk Prodi S2 Lingkungan PPs,” ujar Prof. Annytha Detha.

Menurutnya, dalam proses penerimaan mahasiswa baru Direktur LPDP sudah mengizinkan penerimaan mahasiswa baru. “Kita sudah bisa menyatakan bisa melalui LPDP. Jadi, kalau kita mau terima mahasiswa baru, kita sudah percaya diri pakai logo LPDP,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan semua proses yang dilakukan ada hasilnya. “Mungkin kali ini S2 lingkungan tapi setelah ini bapak/ibu di Prodi S1 juga akan mendapat hasilnya,” tutur Guru Besar Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner tersebut.

Baca Juga:  Tingkatkan Kompetensi Dosen, LP3M Undana Gelar PEKERTI Batch 1 dan 2 2024

Oleh karena itu, Prof. Annytha mengimbau agar proses akreditasi ASIIN ini terus dikawal karena dapat mendatangkan manfaat bagi Undana bahkan individu setiap dosen.

WR II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Paul G. Tamelan, M.Si pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas akreditasi internasional 4 prodi di Undana. “Kita senang empat prodi sudah lolos akreditasi internasional, sambil kita menunggu FIBAA. Jika semuanya lolos, maka akan mendongkrak akreditasi institusi Undana menjadi unggul,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga pihaknya menyoroti sejumlah hal terkait dengan anggaran yang dapat digunakan untuk sarana prasarana dalam menunjang akreditasi internasional di Undana. Pada prinsipnya, kata WR II Undana, pihaknya akan berkoordinasi dengan WR IV Undana guna mendukung akreditasi internasional melalui pendanaan.

WR IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng menyampaikan apresiasi atas komitmen semua stakeholder dalam menindaklanjuti rencana aksi yang akan dibuat nantinya. “Mohon bantuannya agar kita bisa berkomitmen dalam menyiapkan aksi-aksi sampai dengan hari h kedatangan tim visitasi untuk memastikan bahwa ASIIN akan diberikan rekomendasi sampai lima tahun,” pintanya.

Terkait dengan perencanaan dan penganggaran dalam mendukung akreditasi internasional maupun unggul, maka mekanisme penganggaran 2024 ini sudah tidak banyak, karena semua anggaran telah diplot. Namun demikian, sebut Prof. Jefri, anggaran yang dimanfaatkan adalah pemanfaatan saldo awal yang disetujui oleh Dewan Pengawas (Dewas) Undana.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan pimpinan Undana terhadap proses akreditasi internasional ASIIN hingga mendapat full akreditasi.

Pihaknya juga melaporkan kunjungannya ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) beberapa waktu lalu, telah menyepakati adanya kemitraan LP3M Undana dan Badan Penjaminan Mutu Unesa dalam pengembangan kurikulum Outcome Based Accreditation (OBE) untuk akreditasi ASIIN. “Nanti model pendampingan bisa dilakukan luring maupun daring. Jadi, nanti tim akan mencoba meramu dan menyusun rencana aksis secara detail, karena bisa saja luarannya akan berbeda-beda,” tuturnya.

Baca Juga:  Task Force AIPT Undana Ikut Pendampingan Pengisian LKPT dan Penyusunan LED

Ia menambahkan hal yang dihasilkan tidak saja penambahan mata kuliah baru, tetapi adanya satu dokumen OBE sebagai bukti bahwa Undana punya dasar pelaksanaan kurikulum OBE. “Sebenarnya ini harus dilakukan di awal, tapi tidak apa-apa, kita sudah berjalan, kita akan siapkan dokumennya dengan melakukan sinkronisasi kegiatan agar bisa ebih efektif,” pungkas Kepala LP3M Undana.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Manajemen Mutu, Audit dan Akreditasi LP3M, drh. Meity M. Laut, M. Vst memaparkan rekomendasi yang diberikan oleh ASIIN guna menjadi acuan dalam melakukan rencana aksi bagi keempat prodi terakreditasi internasional.

Sementara itu, pemaparan rencana aksi dilakukan oleh masing-masing pimpinan PPS dan Fakultas dimulai dari Dekan Faperta, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si, Dekan FPKP, Dr. Ir. Arnold E. Manu, M.P, Direktur PPs, Prof. Drs. Felix Tans, M.Ed., Ph. D dan dilanjutkan para koordinator empat Prodi terakreditasi internasional. Turut hadir Ketua Task Forece AIPT Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D dan sejumlah anggota. (*/hms/rnc)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *