Kupang, RNC - CEO GMT Institute Jakarta, Ir. Fransiscus Go, SH, tak henti-hentinya menunjukkan kepeduliannya pada kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Hal itu terlihat, saat putera Timor itu mengunjungi SMP/SMA Plus Kasimo yang berlokasi di Wee Londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jumat (19/1/2026). Kunjungan ke sekolah itu terbilang singkat dan mendadak. Pasalnya, Fransiscus Go dan tim harus kembali ke Kupang dan selanjutnya ke Jakarta. Tapi kepedulian Fransiscus pada pendidikan di NTT, ditunjukkan dengan mengunjungi SMP/SMA Plus Kasimo.
Didampingi Ketua Yayasan Kasimo Sumba, Robertus Bora Bali, Fransiscus Go menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak di sekolah itu. “Saya sebentar lagi balik ke Kupang, dan besoknya ke Jakarta. Tapi kepedulian saya pada kemajuan pendidikan di NTT, mengharuskan saya mengunjungi anak-anak di SMP/SMA Plus Kasimo. Saya bangga dengan kalian. Pertemuan hari ini, saya yakin Tuhan yang mempertemukan kita, dan semoga pertemuan ini tidak sia-sia. Saya terus terang tidak menyangka bisa ketemu adik-adik di sini,” kata Frans Go, sapaan karib Fransiscus Go.
Dia menambahkan, keadaan sekolah sekarang ini jauh berbeda dengan saat dirinya masih mengenyam pendidikan. ”Lebih bagus sekolah sekarang, dibandingkan sekolah saya dulu. Gedungnya, fasilitasnya tentu jauh berbeda,” sebut Frans Go sembari meminta anak-anak SMP/SMA Plus Kasimo bercita-cita tinggi. “Kalau cita-cita kalian tercapai, hendaknya itu bukan untuk diri sendiri. Untuk Tuhan dan untuk banyak orang. Untuk orang tua dan keluarga,” imbuhnya memberikan motivasi kepada para siswa. “Lanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Yang cita-cita kuliah ke Jogja, hubungi saya. Saya siap bantu. Kalau tidak kuliah, ambil saja pendidikan kejuruan. Contohnya, kalau yang cowok bisa sekolah teknik mesin dan kerja di kapal pesiar,” tambahnya.
Ketua Yayasan Kasimo Sumba, Robertus Bora Bali, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Frans Go bersama Timnya. Kepada para siswa, ia berpesan agar terus belajar dan menanamkan kebaikan. ”Ingat apa yang menjadi pesan bapak Fransiscus Go, belajar dan belajar. Tanam kebaikan, tanam kedisiplinan,” ujarnya. Senada dengan itu, Pembina Yayasan Kasimo Sumba, Emanuel Da Tito menambahkan, Frans Go merupakan sosok pemerhati pendidikan. Upayanya itu, kata Emanuel, patut dijadikan panutan. ”Harus jadi panutan buat kita, putra-putri Sumba Barat Daya, sehingga bisa sukses seperti beliau. Bung Frans Go adalah sosok yang brilian dalam dunia akademis dan bisnis. Setiap tindakan yang diambil oleh Bung Frans Go, menurut saya adalah sebuah langkah penting untuk mencerdaskan generasi NTT di masa mendatang,” tandas Emanuel Da Tito kepada RakyatNTT.com. (robert kadang)















Komentar