oleh

Menanti Putusan Korupsi Proyek Puskesmas Tanggapa, Kontraktor Disebut Tak Terlibat

Kupang, RNC – Sidang dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Tanggaba, Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2019 pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Kupang memasuki babak akhir. Saat ini terdakwa sedang menanti putusan Majelis Hakim yang diketuai oleh Derman Parlungguan Nababan,SH.,MH.

Sebelumnya, dari hasil pengembangan dan pemeriksaan tim penyidik Kejaksaan Negeri Sumba Barat menetapkan 5 orang tersangka pada kegiatan tersebut. Adapun 5 orang tersangka yang saat ini berstatus terdakwa dalam proyek pembangunan Puskesmas Tanggaba antara lain direktur CV. Siska, IF., penghubung YNH, peminjam perusahaan DKW, konsultan pengawas Direktur CV. Karya Putra Yuda, HN., dan peminjam bendera konsultan pengawas SMB dan STA selaku PPK dalam Proyek tersebut yang telah terlebih dahulu disidangkan.

Kasi Pidsus Kejari Sumba Barat, Arif Ramadhoni SH, selaku Penuntut Umum, menuntut para Terdakwa masing-masing untuk menerima hukuman kurungan selama 5 tahun dan para konsultan masing-masing selama 3 tahun kurungan beserta denda dan uang pengganti.

Kuasa Hukum IF, selaku direktur CV.Siska, Emanuel Passar,SH.,C.Me yang didampingi oleh tim penasehat hukum lain yakni Aldri Dalton Ndolu,SH, Leo lata Open,SH dan Adi Kristinten Bulu,SH dari Kantor Hukum Emanuel Passar & Partner’s menyampaikan penyesalanya bahwa Jaksa Penuntut Umun sepertinya mengesampingkan fakta persidangan seperti terungkap IF tidak pernah menandatangani kontrak atau permohonan dan pencairan uang muka serta tidak pernah sekalipun pergi ke lokasi proyek.

“Ini sudah menjadi fakta persidangan, artinya yang bersangkutan sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan proyek tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menghormati sikap penuntut umum dan berjanji akan menguraikan semuanya dalam Nota pembelaan (Pledoii), seraya berharap Majelis hakim dapat mempertimbangkan semua keterangan saksi dan bukti yang telah menjadi fakta dalam persidangan.

Baca Juga:  Eks Mentan SYL Divonis 10 Tahun, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp14 M dan USD30 Ribu

Saat ini ke-5 terdakwa masih ditahan di Rutan Kupang dan Rumah Tahanan Wanita Kupang sambil menunggu putusan dalam sidang di Pengadilan TIPIKOR Kupang” dan untuk diketahui,Proyek Pembangunan Puskesmas Tanggaba (DI+TI) DAK Afirmasi Tahun 2019 yang berlokasi di Desa Tanggaba Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur menelan dana Rp4,7 M . (*/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *