Kupang, RNC - Pemerintah Kota Kupang sudah melakukan survei lokasi untuk membangun rumah bagi warga korban badai Seroja yang akan direlokasi. Selasa (4/5/2026) kemarin, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore bersama Direktur Rumah Khusus Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Ir. Yusniewati, M.Sc dan Kepala Balai Penyediaan Perumahan Provinsi NTT Yublina D Bunga, ST., MT meninjau lahan relokasi.
Lahan terdsebut berada di Kelurahan Manulai II tepatnya di Kampung Naituna, RT 20/RW 08, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak. Lokasi itu memiliki luas 12,4 ha. Ada tiga bidang tanah milik Pemerintah Kota Kupang. Sementara yang akan dipakai untuk pembangunan rumah seluas 10,6 Ha. Jumlah rumah yang dibangun sebanyak 530 unit degan tipe 36. Masing-masing rumah memiliki luas tanah 108 meter persegi dan lebar jalan 4 meter.
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat kepada warga Kota Kupang yang menjadi korban bencana Longsor bantaran sungai Liliba. “Kami sangat berterima kasih atas perhatiannya, dan yang menjadi tanggung jawab kami untuk menyiapkan lahan relokasi kami penuhi dengan menyerahkan 12,4 Ha untuk di gunakan sebagaimana mestinya, demi kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Wali Kota berharap proses pembangunan rumah di lokasi tersebut dapat berjalan dengan lancar. “Kita sama-sama berdoa agar proses pembangunan perumahan untuk warga yang terkena dampak bencana di bantaran kali bisa berjalan dengan baik dan saudara kita bisa segera menempati lokasi baru ini,” harapnya.
Direktur Rumah Khusus Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Ir. Yusniewati, M.Sc dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Pemkot Kupang yang sudah menyiapkan lahan relokasi. “Setelah kita tinjau lokasi ini, kita akan cek pilar batas dan kemudian kita buatkan Site Plane dan Blok Plan untuk pembangunan Rumah di atas tanah dengan luas 108 meter persegi (12m x 9m),” jelasnya. (*/pkp/rnc)








Komentar