oleh

Data di LKPJ Salah, DPRD Rote Ndao Turunkan Bupati dari Podium

Iklan Demokrat

Ba’a, RNC – Sidang dengan agenda pembacaan pengantar LKPJ Bupati Rote Ndao tahun 2020 di DPRD Rote Ndao, Kamis (6/5/2021) memanas. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu terpaksa turun dari podium usai diinterupsi pimpinan sidang.

Peristiwa ini terjadi saat Bupati Paulina membacakan pengantar LKJP Bupati tahun 2020. Pasalnya, terdapat perbedaan data yang sangat mencolok. Terdapat perbedaan angka antara realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dari target sebesar Rp 48.656.880.446,41 dan realisasi yang dilaporkan sebesar Rp60.282.059.068.41, namun ketika dijumlahkan seluruh sumber pendapatan lain-lain tersebut justru totalnya melebihi realisasi pendapatan yang tertuang dalam laporan tersebut.

Iklan Dimonium Air

Wakil Ketua DPRD Yosia A. Lau yang memimpin sidang pun meminta bupati berhenti membaca dan harus memperbaiki kesalahan tersebut. Namun, bupati justru mengatakan pimpinan sidang mesti lebih beretika. Ia tidak mau berhenti membaca dan meminta agar kesalahan-kesalahan itu akan dikoreksi setelah selesai membacakan nota pengantar LKPJ tahun anggaran 2020 tersebut.

“Saya mohon maaf, sebaiknya ibu Bupati berhenti membaca laporannya, dan perbaiki dulu baru lanjut, daripada nanti sudah terekam di risalah lalu semua anggota DPRD menolak LKPJ ini kan lebih susah lagi,” kata Yosia Lau.

Akhirnya bupati pun turun dari podium. Pimpinan sidang lalu menskors sidang dengan agenda penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati tahun anggaran 2020. Sidang akan kembali dilanjutkan Jumat (7/5/2021) besok.

Terkait hal ini, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao, Feki Boelan yang yang dikonfirmasi menjelaskan hal ini terjadi karena kesalahan Sekretaris Daerah (Sekda). Ia menilai Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ngawur dalam menyajikan data-data. Data-data yang dibacakan bupati tersebut tidak valid dan salah. “Ini bukti bahwa Sekda selaku penanggung jawab birokrasi di daerah ini ngawur, dan tidak mampu menjalankan tugasnya secara baik,” kata Feki.

Baca Juga:  Warga di Rote Hilang sejak 2013, Tulang dan Tengkoraknya Ditemukan

Menurut Feki, Sekda mesti lebih cermat dalam meneliti dokumen LKPJ tersebut sebelum diserahkan kepada bupati untuk dibacakan. Apa yang terjadi hari ini, kata Feki, adalah kesalahan fatal yang dilakukan sekda. “Saya minta Bupati segera copot Sekda dari jabatannya, karena sekda sudah tidak layak lagi memangku jabatan itu. Masih ada banyak birokrat di Rote ini yang lebih mampu dan lebih layak untuk memangku jabatan tersebut, jadi copot dan ganti saja,” kata politisi Partai Hanura ini.

Feki menyayangkan bupati harus diturunkan dari podium saat sedang membacakan LKPJ. Hal ini tentu sangat memalukan. “Masa seorang Bupati sampai harus turun dari mimbar dewan gara-gara sekdanya ngawur begini,” katanya. (*/rnc)

  • 738
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed