Kupang, RNC - Setelah ditugaskan oleh PDI Perjuangan untuk menjadi calon Gubernur NTT, Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema langsung menyampaikan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Sikap Ansy pun mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.
Kepada awak media usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP, Rabu (10/7/2026) lalu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan setelah melalui berbagai pertimbangan dan kontemplasi, PDIP akhirnya menugaskan Ansy Lema menjadi calon Gubernur NTT 2026.
Usai menerima surat tugas secara resmi dari partai, Ansy pun mengajukan surat pengunduran diri ke DPR RI. Menurut Hasto, pengunduran diri ini merupakan bukti Ansy Lema tak main-main dalam menjalankan tugas partai. Lebih dari ini menjadi bukti sikap totalitas Ansy Lema untuk masyarakat NTT.
“Ketika partai menugaskan, maka totalitas menjalankan perintah partai ditunjukkan dan juga totalitas untuk berjuang bersama rakyat,” kata Hasto.
Ia menambahkan, Ansy Lema belajar dari kepemimpinan Bung Karno dan Bu Mega, yakni kepemimpinan harus bertanggungjawab dan berjuang dengan segala daya upaya ketika ditugaskan.
“Segera kami proses ke DPR RI dan KPU untuk dilakukan penggantian. DPP menghargai konsistensi dan totalitas dalam semangat juang ini,” kata Hasto.
Sebelumnya pengamat politik dari The Indonesian Agora Research Center dan Ranaka Institute, Ferdi Jehalut mengatakan pengunduran diri Ansy Lema dari kursi DPR RI 2019-2026 merupakan wujud rasa cintanya terhadap masyarakat NTT. Ini sebagai bukti keseriusan untuk ikut berkontestasi dalam pemilihan Gubernur NTT 2026.
“Saya melihat langkah Pa Ansy mengundurkan diri dari DPR RI, lalu maju dalam pertarungan Pilgub NTT termasuk keputusan yang berani. Ini keputusan yang luar biasa. Pak Ansy berani keluar dari zona mapan demi kecintaannya pada masyarakat NTT,” kata Ferdi.
Sementara itu, Ansy Lema mengatakan surat tugas yang diterimanya merupakan sebuah kepercayaan dan amanat yang luar biasa yang akan dia jawab dengan kerja nyata, kerja fokus, dan komitmen kuat.
“Semua itu tidak mungkin saya jalankan sepenuhnya 100 persen, bila fokus saya masih terbagi pada tugas sebagai anggota DPR RI. Sebagai bukti komitmen utuh untuk NTT tersebut, saya telah putuskan untuk mundur dari kursi DPR RI,” kata Ansy.
Ansy mengajukan pengunduran diri, tidak hanya dari posisi sebagai anggota DPR RI periode 2019-2026 yang tengah dijabatnya. Ansy juga akan mundur dari posisi anggota DPR periode 2026-2029. Pasalnya, dia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI hasil Pemilu Legislatif (Pileg) Februari 2026 lalu.
Ansy menepis anggapan bahwa dirinya mengkhianati suara rakyat yang telah memilihnya menjadi anggota DPR pada Pemilu lalu. Menurutnya, dirinya mundur untuk suatu tujuan yang lebih besar yang diharapkan akan lebih memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat NTT secara lebih luas.
Dirinya tidak mengabaikan suara dan amanat yang telah diterimanya dari para pemilih. Pasalnya, dengan menjadi gubernur, ia akan tetap bersama dan melayani rakyat. Bahkan, dengan menjadi gubernur, Ansy bisa memusatkan perhatian, mengerahkan kemampuan, bekerja, dan hadir untuk kepentingan masyarakat NTT seluruhnya, termasuk mereka yang telah memilihnya sebagai anggota DPR RI. (rnc)
Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com









