PT PMA Ekspor Perdana Kacang Lurik NTT ke Eropa

Ekonomi, Kota Kupangdibaca 512 kali

Kupang, RNC - Produk pertanian NTT kini sudah bisa menembus pasar Eropa. Sabtu (13/8/2026), PT Profil Mitra Abadi (PMA) resmi mengekspor kacang lurik (kacang tanah) ke Jerman. Ekspor perdana ini berjumlah 5,2 ton.

Direktur PT. PMA Kupang, Elsje Mansula, dalam peluncuran perdana ekspor kacang lurik di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Sabtu pagi, menjelaskan total yang diekspor saat ini hanya berjumlah 5,2 ton dari permintaan 8,6 ton. Tidak terpenuhinya jumlah permintaan akibat gagal panen. “Karena hujannya kebanyakan sehingga petani gagal panen,” ujar Elsje.

Menurutnya, kacang lurik yang diekspor ini sudah berstandar internasional. Pasalnya, pengembangannya dilakukan secara organik. Saat ini pengembangannya dilakukan di Insana, Kabupaten TTU. Namun tak menutup kemungkinan akan dikembangkan juga di wilayah lain di NTT.

Elsje mengatakan beberapa tahun sebelumnya kacang dari NTT dibawa mentah ke Jakarta. Namun, tahun ini sudah mulai diolah di Kupang. Bahkan PT PMA sudah menyiapkan pabrik pengolahan di Kupang. “Kita proses di Kupang, sehingga tidak lagi bawa mentah ke Jakarta. Kalau proses di sini, maka masyarakat di sini juga bisa bekerja. Kita pakai tenaga kerja di sini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja memberi apresiasi kepada PT PMA yang sudah membangun pabrik pengolahan kacang lurik di NTT. Ia berharap pabrik ini terus dikembangkan untuk membangun petani yang sejahtera.

Menurutnya, ini menjadi contoh agar produk-produk pertanian lainnya di NTT bisa berkualitas ekspor. Dengan demikian, nilai tukar petani akan lebih meningkat dan berdampak pada naiknya tingkat kesejahteraan petani NTT.

“30 persen ekonomi kita dari pertanian. Perlu didorong sehingga pertumbuhan ekonomi luar biasa. Ironinya nilai tukar petani 95 artinya penerimaan 96 pengeluaran 100. Artinya masih mengalami kemiskinan,” katanya.

Baca Juga:  Petani di Kupang Akui Bantuan Traktor dari Ansy Lema Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian

Nyoman menambahkan pihaknya akan mendorong pengembangan industri pertanian di NTT. Langkah PT PMA telah memberi bukti bahwa hasil pertanian NTT berkualitas ekspor. “Hari ini (ekspor) kacang lurik. Mudah-mudahan kita akan ciptakan ekosistem pembiayaan, sehingga kalau sekarang hanya 16 hektar (yang diolah), bisa kita kembangkan menjadi 100 sampai 200 hektar,” kata Nyoman.

(rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *