oleh

Santri yang Terseret Arus Sungai Wae Pesi Ditemukan Tak Bernyawa

Iklan Covid Walikota Kupang

Reo, RNC – Risky Aditya Rifai Karim, siswa Pondok Pesantren Pancasila Reo yang tenggelam di Sungai Wae Pesi, Rabu (3/2/2021) sekira pukul 17.00 Wita akhirnya ditemukan tak bernyawa oleh nelayan.

Korban pertama kali ditemukan oleh Vinsensius Jumat, salah seorang nelayan di Pantai Toro Luwuk-Serise, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (4/2/2021) sekira pukul 23.00 Wita. Jasad korban ditemukan di pesisir pantai, sekitar 3 mil dari tempat korban pertama kali terseret arus sungai Wae Pesi.

Iklan Dimonium Air

Kapolsek Reo, Ipda Agustian Sura Pratama kepada wartawan, Jumat (5/2/2024) menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan saat nelayan bernama Vinsensius hendak pergi mencari ikan. Saat ditemukan, jasad korban tergeletak tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang berwarna coklat.

Melihat jasad korban, Vinsensius langsung kembali ke kampung Luwuk untuk menyampaikan kepada Efridus Suhardi, ketua RT setempat. Setelah itu, keduanya langsung meminta bantuan saudara Ade Parera untuk mengambil gambar jenazah dan mengirim foto jenazah via aplikasi WhatsApp kepada saudara Norman, yang kemudian menunjukan foto tersebut kepada kelurga korban.

Atas informasi itu, lanjut Ipda Agustian, 4 orang anggota Polsek Reo, 3 orang Anggota Sat Polair, 2 orang anggota Koramil 1612 – 03 Reo dan 7 anggota Basarnas bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. Usai dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa menuju ke Puskesmas Reo untuk dilakukan Visum et Repertum oleh dr. Husnawati.

Dari hasil visum, kata Ipda Agustian, disimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasaan pada tubuh korban. Oleh karena itu, jasad korban selanjutnya diantar menggunakan mobil patroli Polsek Reo untuk disemayamkan di rumah Rifai Karim, orangtua korban. (rnc10)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed