oleh

Survei PPI jadi Alasan PDIP tak Bisa Berkoalisi dengan Demokrat

Iklan Covid Walikota Kupang

Jakarta, RNC – Parameter Politik Indonesia mensimulasikan pertarungan calon presiden. Menariknya, pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani, hingga Prabowo-Ganjar Pranowo juga disimulasikan. Pasangan yang kini hangat di persaingan internal PDIP.

Terlihat, nasib pasangan Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo nasibnya lebih baik ketimbang Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Iklan Dimonium Air

Parameter Politik Indonesia dalam surveinya membuat empat skenario pertarungan pasangan calon.

Prabowo-Ganjar disimulasikan menghadapi Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hasilnya, Prabowo-Ganjar menang tipis dari Anies-Sandi. Prabowo-Ganjar dipilih responden sebesar 35,7 persen, Anies-Sandi mendapatkan 32,1 persen. Namun masih ada 32,2 persen yang ragu/tidak menjawab.

“Prabowo berpasangan dengan Ganjar Pranowo melawan Anies-Sandi agak ketat persaingannya,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat rilis survei secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Sementara, Prabowo dipasangkan dengan Puan disimulasikan melawan pasangan Anies dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Prabowo-Puan kalah dari pasangan Anies-AHY dengan perolehan 21,8 persen. Anies-AHY mendapatkan suara 35,9 persen. Responden tidak menjawab/ragu 42,3 persen.

“Kalau head to head Anies-AHY vs Prabowo-Puan maka unggul sementara pasangan Anies-AHY, Prabowo-Puan agak sedikit ketinggalan,” kata Adi.

Parameter juga membuat skenario Puan dipasangkan dengan Anies. Seperti yang diusulkan politikus PDIP Effendi Simbolon. Disimulasikan Puan-Anies melawan Prabowo-Sandi. Hasilnya Puan-Anies kalah dengan perolehan suara 25,1 persen melawan Prabowo-Sandi 37,7 persen.

“Duet Puan-Anies andai lawan Prabowo-Sandi angkanya lumayan sedikit bersaing, artinya ketika Puan disandingkan dengan Anies-Baswedan elektabilitasnya bisa diperhitungkan 25,1 persen,” jelas Adi.

Elektabilitas Puan cukup anjlok saat dipasangkan dengan AHY pada skenario melawan Prabowo-Anies. Puan-AHY hanya 13,9 persen melawan Prabowo-Anies 43,8 persen. Sementara yang belum memilih 42,3 persen.

Menurut Adi, simulasi ini memperlihatkan mengapa PDIP tidak bisa berkoalisi dengan Demokrat.

“Itulah kemudian sepertinya teman-teman PDIP mengharamkan koalisi dengan Demokrat bukan hanya soal mazhab politiknya berbeda, tapi kalau dikawinkan sepertinya elektabilitas capres dua partai ini tidak signifikan,” kata Adi.

Baca Juga:  Hari Anak Nasional, AHY Ajak Orang Tua Lindungi Anak-anak dari Covid-19

Survei Parameter Politik Indonesia memiliki sampel sebanyak 1.200 responden. Survei ini dilakukan melalui wawancara telepon pada 23-28 Mei 2021. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(*/mdk/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed