Telan Dana Puluhan Miliar, Pembangunan RS Pratama Reo Dinilai Tak Berkualitas

Manggaraidibaca 455 kali

Ruteng, RNC - Rumah Sakit (RS) Pratama Reo, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT baru saja selesai dibangun pada Desember 2022 lalu. Meski menelan dana hingga puluhan miliar rupiah, hasil pembangunan tersebut dinilai tak berkualitas.

RS Pratama Reo merupakan proyek DAK bidang kesehatan melalui aspirasi Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar, Emanuel Melkiades Lakalena.

Belum cukup sebulan usai dibangun tanda-tanda buruknya hasil pengerjaan RS Pratama Reo mulai nampak. Seperti pada jalan di pintu gerbang masuk tergenang air yang membentuk kolam dengan ketinggian sekira 10 cm.

Pantauan RakyatNTT.com, belum lama ini, saat hujan tampak air menggenang di area pintu gerbang. Air timbul di luar dan di dalam pagar rumah sakit.

Air masih menggenang di area luar dan tidak bisa masuk ke dalam gedung karena area jalan dibangun dengan bentuk agak menanjak. Namun jika curah hujan tinggi air berpotensi masuk ke gedung utama rumah sakit.

RS Pratama Reo telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) tepatnya pada tanggal 29 Desember 2022 lalu. RS ini dikabarkan akan beroperasi pada September 2023 mendatang.

Warga setempat mengaku heran dengan pembangunan RS tersebut. Betapa tidak, baru dibangun namun sudah tergenang air. Padahal proyek tersebut menggunakan biaya sangat besar. “Bagaimana tidak heran pak, toh baru bangun, airnya sudah mulai tergenang di situ, padahal belum operasi. Ini saja masih kategori hujan biasa-biasa saja tapi kalau hujan lebat lama-lama pasti masuk ke dalam,” kata sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Menurutnya, jika air hujan yang tergenang dibiarkan berlama-lama maka akan menjadi busuk dan berdampak pada kesehatan manusia. Padahal gedung tersebut adalah fasilitas kesehatan.

Baca Juga:  Cagub NTT Ansy Lema Terima Dukungan Tokoh Adat, Nelayan dan Petani di Wilayah Utara Manggarai

Sementara Penjabat Pembuat Komitmen (PPK ) Aristo Hadir menyampaikan genangan air yang terjadi pihaknya akan menyampaikannya kepada kontraktor pelaksana.

“Terima kasih informasinya, terkait genangan dan retak-retak yang ite sampaikan akan kami sampaikan ke rekanan pelaksana untuk segera ditangani dan diperbaiki,” kata Aristo Hadir saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Wartawan Dilarang Masuk Area RS

Meski belum beroperasi, RS Pratama sudah dijaga oleh security. Saat wartawan hendak memantau kondisi bagian dalam RS, security melarang. Katanya, larangan itu sesuai arahan bosnya, Jimmy Monas. Jimmy Monas yang dimaksud adalah keluarga dekat Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit.

“Kami ada pesan dari bos Pak, kalau mau masuk harus izin dulu. Bos kami Pa Jimy Monas. Karena sekarang sudah di-PHO, makanya kalau mau masuk harus ada surat izin dari dinas (Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai),” kata security itu.

Awak media kemudian menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Tomy Hermopan, barulah wartawan diizinkan masuk untuk melihat langsung kondisi RS.

Proyek RS Pratama Reo diketahui menghabiskan anggaran sebesar Rp69 miliar lebih. Adapun rinciannya antara lain, pengerjaan fisik dan konsultan Rp45 miliar lebih, alkes Rp15 miliar lebih, dan prasarana Rp 9,2 miliar lebih. (rnc23)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *