oleh

Transmisi Lokal Covid-19 Melonjak, 2 Anak di Kota Kupang jadi Korban

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 96 sample swab oleh Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, terdapat 5 sampel swab yang menunjukkan positif Covid-19. Dari jumlah itu, 2 di antaranya masih anak-anak.

Hal ini disampaikan Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, Minggu (31/05/2020) sore di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Domi menyampaikan 5 pasien positif baru ini, adalah murni transmisi lokal. Sebanyak 3 pasien berada di Kabupaten Ende dan 2 dari Kota Kupang. Dengan demikian Ende telah memiliki klaster lokal. Dan saat ini di Ende sudah tercatat 9 orang positif. Sementara di Kota Kupang tercatat sebanyak 27 kasus. Sebanyak 10 pasien sembuh, 1 meninggal dan 16 orang masih dirawat.

Domi menyebutkan 2 kasus positif terbaru di Kota Kupang merupakan anak-anak usia berkisar 6-7 tahun. Mereka tertular dari orang tua yang sebelumnya adalah positif corona.

“Itu yang kita khawatirkan sudah terjadi di beberapa daerah, termasuk sudah di Ende. Kalau tidak serius dengan tracing dan pembatasan-pembatasan sosial dengan physical distancing, tinggal kita lihat grafiknya pasti naik terus,” ujar Domi.

Ia mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan Gugus Tugas Kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan intensif serta lakukan tracing terkait dua anak yang positif tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan saat ini apa yang dilakukan pemerintah sudah sangat maksimal. Masyarakatlah yang menjadi pilar utama untuk lakukan pencegahan. Apalagi saat ini yang merebak adalah transmisi lokal.

“Sekarang ini tergantung kepada masyarakat, dengan angka yang bertambah ini kok semakin tidak takut, itu juga kita heran,” ungkapnya.

Terkait 2 pasien anak-anak tersebut, Ernest mengatakan akan ditangani sesuai dengan prosedur kesehatan yang telah ditetapkan. Penanganan terhadap mereka pun berbeda sehingga tidak secara langsung membuat psikis mereka terganggu.

“Orang tuanya kan kita dengar kemarin juga sudah positif. Mereka akan kami tangani secara baik sesuai prosedur,” ungkap Ernest. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed