oleh

02-02-2022, Pemda Sikka akan Bangun Menara Lonceng di Kota Maumere

Maumere, RNC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, berencana akan mulai membangun Menara Lonceng di Stadion Gelora Samador, Maumere, pada tanggal 2 Februari 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos., M.Si, saat menggelar konferensi pers bersama awak media di ruang kerjanya, Jumat (7/1/2022).

Iklan Dimonium Air

“Desain Menara Lonceng itu sudah dikerjakan dan biayanya kurang lebih 11 hingga 12 Miliar. Sumber dananya berasal dari swadaya para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Sikka, umat Katolik, Pemda Sikka, Pemprov NTT dan juga bantuan dari pihak lain. Rencananya, peletakan batu pertama dan penandatangan prasasti dimulainya pembangunan Menara Lonceng di Kota Maumere itu pada tanggal 2 Februari 2022 (02- 02-2022),” kata Robi Idong, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Robi Idong menambahkan, prasasti itu juga rencananya akan ditandatangani oleh dirinya sendiri sebagai Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga., Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu., Sekretaris Daerah (Sekda) Sikka, Adrianus Firminus Parera serta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang akan menjadi tonggak sejarah untuk memulai bekerja dan berdoa bersama segenap masyarakat dan umat.

Menurut Robi Idong, rencana pembangunan Menara Lonceng tersebut sebenarnya sudah diinisiasi oleh Pemda Sikka beberapa tahun lalu, yang diawali dengan menyerap aspirasi dari segenap masyarakat Kota Maumere dan sebagian besar masyarakat Kabupaten Sikka mengenai sejarah Stadion Gelora Samador. Dimana Stadion Gelora Samador sendiri merupakan pusat kegiatan keagaaman, kegiatan tingkat nasional maupun internasional termasuk kunjungan Sri Paus Yohanes Paulus II, yang menggelar Perayaan Ekaristi bagi umat Katolik di tempat itu pada bulan Oktober 1989 silam.

Sehingga untuk mengenang sejarah itu, Pemda Sikka akan membangun sebuah Menara Lonceng yang bemakna setinggi 50 Meter dan terdapat pula sebuah salib diatas menara itu. Menara ini pun berfungsi untuk dapat mengingatkan waktu, terutama waktu-waktu untuk berdoa dan bekerja bagi seluruh warga masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya.

Baca Juga:  Akibat Serangan Jantung, Anggota DPRD Sikka Meninggal Dunia

“Ini adalah lonceng yang besar dan ada 3 lonceng, yang akan mengema di seluruh kota, serta akan diusahakan terintegrasi dengan gereja-gereja di seputaran Kota Maumere. Bunyinya sama, jadi pas jam 12 siang (Doa Angelus) itu akan terdengar bunyi sehingga orang Katolik bisa langsung berdoa. Ini penting untuk mengingat waktu, apalagi waktunya untuk Tuhan,” jelasnya.

Dikatakan Robi Idong, di tengah-tengah menara itu juga akan disiapkan tempat untuk pertobatan yang dibuka sepanjang hari. “Jadi orang yang aktivitasnya sibuk di kota atau baru masuk Maumere, merasa jiwanya tidak damai dan perlu konseling maka datanglah ke tempat itu. Nanti ada pastor – pastor yang akan menangani permasalahannya. Ini juga penting karena dapat menyegarkan jiwa serta kerohanian kita dan akan menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Maumere,” ungkapnya.

(rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed