oleh

Proyek Irigasi di Manggarai Dilelang hingga Tiga Kali, Ada Apa?

Iklan Covid Walikota Kupang

Ruteng, RNC – Pelelangan proyek konstruksi di Kabupaten Manggarai Provinsi, menuai polemik. Beberapa paket proyek dilelang ulang hingga tiga kali. Salah satunya adalah proyek konstruksi saluran irigasi Wae Kampas, di Desa Compang Dalo, Kecamatan Ruteng.

Pembatalan pengumuman pemenang tender dari proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai itu diperoleh media ini, Senin (28/6/2021) sore.

Iklan Dimonium Air

Hal tersebut dibenarkan salah satu anggota Panitia Kelompok Kerja (Pokja) Bonefasius Bunduk. Ia mengatakan, pelelangan berulang-ulang paket proyek dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp499.000.000,00 itu dilakukan karena tidak ada pengaju yang lulus evaluasi.

“Itu karena tidak ada yang lulus evaluasi. Semuanya gugur to? Di situ ada yang melakukan penawaran. Semuanya gugur,” katanya.

Bone mengatakan, saat ini pihaknya sedang membereskan dokumen untuk dilakukan pengumuman pelelangan ulang untuk ketiga kalinya dari proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu.

“Iya, itu lelang ulang. Kita sedang buatkan pengumuman untuk pelelangan ulang,” lanjutnya.

Alasan Bone Bunduk dibantah oleh salah satu peserta yang mengikuti pelelangan proyek itu. Pengaju yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, pihaknya sudah mengikuti semua tahapan yang dijadwalkan oleh Pokja. Bahkan ia telah dipanggil Pokja untuk melakukan pembuktian.

“Aneh kalau Pokja mengutarakan alasan seperti itu. Karena semua tahapan proses sudah kami lewati. Bahkan, ada salah satu di antara kami yang telah dipanggil untuk pembuktian. Dan pada tahapan evaluasi administrasi dinyatakan lulus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pokja telah melakukan pelelangan sebanyak dua kali. Jadwal pengajuan dokumen penawaran pada pelelangan pertama dilakukan pada bulan Mei lalu.

Pada pelelangan pertama ini, hanya sampai pada tahapan pembukaan dokumen. Tidak sampai pada pengumuman pemenang tender. Alasannya Pokja kala itu, kata dia, Pokja lupa meng’klik’ tombol RKK (Rencana Keselamatan Konstruksi).

Baca Juga:  Tukang Ojek Spesialis Pencurian di Manggarai Dibekuk Polisi

Pokja kemudian melakukan pengumuman pelelangan kedua. Jadwal pengajuan dokumen pelelangan kedua dilaksanakan pada bulan Juni. Namun, pelelangan kedua juga berujung pembatalan pengumuman pemenang dengan alasan yang berbeda.

Pada dokumen yang dikirimkan ke email setiap peserta, alasan dilakukan pembatalan karena terdapat kesalahan dalam pemilihan metode pembayaran saat pembuatan paket, sehingga aplikasi tidak dapat melanjutkan proses pemilihan penyedia (BOQ tidak dapat terbaca oleh peserta pemilihan).

Ia mengatakan, sangat tidak masuk akal jika dinyatakan gagal pada proses pengumuman pemenang. Karena seluruh proses ke tahap pengumuman sudah dilalui yaitu adanya Evaluasi Penawaran Tekhnis dan Kualifikasi. “Selain itu, saya sudah diundang untuk klarifikasi harga dan ke tahap berikutnya yaitu pembuktian kualifikasi,” katanya.

Ia mengatakan, tidak hanya pelelangan paket Irigasi. Proses pelelangan ulang terjadi juga pada paket lain seperti, jalan, jembatan, air minum dan lain-lain.

“Ada indikasi terjadi kecurangan dan tekanan dari pihak lain. Indikasi itu muncul karena alasan dari Pokja yang tidak konsisten dan berubah-ubah,” tutupnya. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed