oleh

Anggota Dewan Kritik Proses Tender Ulang Sejumlah Proyek di Manggarai

Iklan Demokrat

Ruteng, RNC – Tender ulang sejumlah proyek di Manggarai mendapat kritik dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai. Anggota dewan menilai tingkat kesulitan tender proyek sebenarnya sangat kecil. Sebab ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan. Selain itu, sudah banyak juga pengusaha jasa konstruksi yang berpengalaman dan selama ini mengerjakan proyek pemerintah.

Anggota DRPD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Edelbertus H. R. Ganggut mengatakan, dirinya tidak tahu persis penyebab proses tender proyek Pemkab Manggarai yang belakangan ini menuai kendala.

Iklan Dimonium Air

Proses tender pekerjaan belanja modal menurutnya bukan pekerjaan baru bagi panitia Kelompok Kerja (Pokja). Hal itu merupakan rutinitas yang selalu dijalankankan oleh pemerintah daerah melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Kualifikasi dan SDM para pegawai di LPSE saya pikir cukup mumpuni, sehingga tingkat kesulitan pada setiap tahapan proses pelelangan kemungkinan terjadi kesalahan cukup kecil kecuali ada faktor lain atau perubahan regulasi yang  sangat mendasar, sehingga perlu dilakukan penyesuaian,” jelas Eber.

Ia mengatakan, banyak pengusaha jasa konstruksi di Manggarai yang berpengalaman. Selama ini para pengusaha tersebut cukup mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan pemerintah daerah, baik jalan, irigasi, jembatan dan beberapa pekerjaan konstruksi lainnya.

Menurut Eber, setiap proses tender mempunyai mekanisme yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, baik pemerintah daerah maupun para pengusaha.

“Yang mendasar saat ini sebenarnya bukan pada siapa yang akan menjadi mitra/pemenang dalam setiap proses tender, tetapi lebih kepada siapa yang dapat memenuhi “persyaratan” dengan baik sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelas anggota dewan asal Rahong Utara itu.

Sikap profesionalisme dari penyelenggara atau panitia (Pokja) tender tentu sebuah keharusan, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Bandar Kupon Putih di Manggarai Ditangkap Polisi

Menurut Eber, polemik proses tender yang berulang-ulang seharusnya tidak perlu terjadi. Mengingat percepatan pemulihan ekonomi daerah di tengah situasi covid saat ini. Salah satu strategi yang harus dibangun pemerintah daerah adalah mempercepat belanja keungan daerah. Baik kegiatan fisik (proses tender yang sementara berlangsung) maupun kegiatan non fisik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai instrumen penting untuk memberi stimulus ekonomi daerah.

“Diharapkan pemerintah daerah juga tidak terlalu lama untuk menumpuk uang di kas daerah dalam situasi saat ini,” katanya.

Eber mengatakan, dorongan pemerintah daerah dari sektor percepatan penyerapan anggaran akan berdampak pada perbaikan inflasi dan deflasi daerah. Khususnya Indeks Konsumsi Masyarakat (IKM) Manggarai. “Semakin cepat akan semakin baik, sehingga berdampak pada pertumbuhan embrio ekonomi baru di tengah masyarakat khususnya sektor jasa konstruksi,” lanjutnya.

Eber pun membandingkan hal ini dengan penyerapan belanja keuangan daerah pada kuartal pertama untuk Kabupaten Manggarai. Penyerapan itu mencapai 25% dari target 35% yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Walaupun masih di bawah target, penyerapan keuangan daerah dinilai cukup baik jika dibandingkan dengan penyerapan keuangan daerah kabupaten lain di NTT (tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi).

Bahkan penyerapan belanja untuk kabupaten Manggarai mendapat respons positif dari Mendagri beberapa bulan yang lalu. “Harapannya di kuartal ke dua pada akhir bulan juni ini, penyerapan belanja keuangan daerah Kabupaten Manggarai bisa mencapai 40-50%,” jelasnya.

Oleh karena itu, jika dalam proses tender Pokja mendapat tekanan dari pihak maka ini adalah sesuatu yang keliru. Ia mengatakan lebih baik jika membiarkan Pokja bekerja secara profesional, sebab ketika ada persoalan, mereka sendirilah yang akan bertanggungjawab penuh. “Fenomena ini akan kita bicarakan lebih serius pada pemerintah daerah kalau benar ada indikasi seperti yang disampaikan,” tutupnya.

Baca Juga:  Tersenggol Truk, Pengendara Sepeda Motor di Mabar Jatuh lalu Meninggal

Diberitakan sebelumnya, pelelangan atau proses tender proyek konstruksi di Kabupaten Manggarai Provinsi, NTT menuai polemik. Beberapa paket proyek dilelang ulang hingga tiga kali. Salah satunya adalah proyek konstruksi saluran Irigasi Wae Kampas, di Desa Compang Dalo, Kecamatan Ruteng. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed