Kupang, RNC - Program Active Selling mengungkap fakta bahwa go-digital bagi UMKM di daerah harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai. Beruntung Program Active Selling yang digelar oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia selalu melibatkan fasilitator-fasilitator dan stakeholder di daerah agar acara dapat terselenggara dengan baik, meskipun menghadapi banyak tantangan.
Sejumlah fasilitator yang bertugas selama bulan Juli hingga Desember telah diseleksi dan diberikan pembekalan. Pun sebelum acara diselenggarakan, terlebih dahulu para PIC (Person In Charge) telah berkoordinasi dengan para stakeholder agar dalam pelaksaan nanti timbul sinergi antara pusat dan daerah.
Salah satu fasilitator dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Remigius Jimisius Tali, mengungkapkan Program Active Selling ini membuka wawasannya terkait kendala yang dihadapi pelaku UMKM di daerahnya. Salah satunya menyoal infrastruktur jaringan data di Labuan Bajo Manggarai Barat yang belum merata.
Kendala ini tentu sangat mengganggu aktivitas jual-beli online yang nantinya akan diterapkan UMKM. Meski begitu, para peserta tetap antusias mengukuti tahapan pelatihan baik offline maupun online.
“Peserta sangat antusias dalam pelatihan ini. Terlebih saat (toko) mereka sudah go online. Kepuasan kami sebagai fasilitator ketika melihat peserta senang. Menjadi obat bagi kendala jarak dan susah sinyal yang menjadi kendala,” ungkap Remigius.
Kendala lain yang juga sering menjadi curhatan para pelaku UMKM Produksi Sektor Pengolahan adalah soal permodalan dan pemasaran produk. Seperti diketahui, dalam memulai usaha terkadang hanya diawali dengan coba-coba, iseng, atau ikut-ikutan.
“Banyak (peserta) yang mengeluh soal modal serta soal pengelolaan produk dan pemasaran,” lanjut Remigius.
“Saya berharap program ini bisa terus berlanjut, dengan materi baru, dan juga bisa mengajak UMKM lain yang tidak bisa ikut pada tahun ini, karena kuota peserta sudah terpenuhi. Saya juga berterimakasih kepada Kominfo karena sudah diibatkan dalam acara ini,” tutup Remigus.
I Nyoman Adhiarna, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo mengapresiasi kegigihan para fasilitator yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Active Selling di tiap daerah.
“Fasilitator berasal dari daerah masing-masing, sehingga mereka juga dapat menambah ilmu dan makin mengenal daerahnya. Mereka (fasilitator) ini kan masih muda-muda, saya acungin dua jempol kepada mereka karena selalu semangat walau menghadapi berbagai kendala di lapangan yang tidak terduga,” ucap Nyoman.
Program Active Selling digelar di sepuluh Wilayah Destinasi Wisata Prioritas. Pendampingan dilakukan oleh fasilitator yang diseleksi dan diberi pelatihan terkait materi-materi pendampingan. Dengan memilih fasilitator dari daerah masing-masing, maka kendala kedaerahan (seperti bahasa komunikasi, jarak dan waktu) dapat diatasi dengan lebih efektif dan efisien.
(*/rnc)

















Komentar