oleh

Angka Covid-19 Melonjak Lagi, Pemkot Kupang Keluarkan Panduan Perayaan Natal

Kupang, RNC – Beberapa hari terakhir angka covid-19 di NTT naik drastis. Bertepatan dengan perayaan Natal, Pemerintah Kota Kupang pun mengeluarkan pedoman untuk perayaan Natal.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, tanggal 14 Desember 2020, ada sejumlah poin penting yang mengatur tentang kegiatan natal. Ada panduan untuk mengatur kegiatan keagamaan inti dan perayaan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di rumah ibadah. Salah satu bunyinya adalah jika di lingkungan pelayanan jemaat pada rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan COVID-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah kolektif.

Berikut ketentuan selengkapnya:

1. Ibadah dan Perayaan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 hendaknya dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga;

2. Ibadah dan perayaan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 selain diselenggarakan secara berjemaah/kolektif di rumah ibadah juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para Pengurus dan Pengelola Rumah Ibadah;

3. Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan Ibadah dan Perayaan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 secara berjemaah/kolektif tidak melebihi 50% dari kapasitas rumah ibadah;

4. Kewajiban Pengurus dan Pengelola Rumah Ibadah:
a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan
protokol kesehatan di area Rumah Ibadah;
b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area Rumah
Ibadah;
c. Membatasi pintu/jalur keluar masuk Rumah Ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protkol kesehatan;
d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar Rumah Ibadah;
e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna Rumah Ibadah. Jika ditemukan pengguna Rumah Ibadah dengan suhu >37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit ), tidak diperkenankan memasuki Rumah Ibadah;
f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;
g. Melakukan pengaturan jumlah jemaat/Umat/Pengguna Rumah
Ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;
h. Mempersingkat waktu pelaksanaan Ibadah tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai Natal;
i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area Rumah Ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat;
j. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi Jemaat/Umat tamu yang datang dari luar kota (dapat memperlihatkan hasil tes PCR atau Rapid Test yang masih berlaku).

BACA JUGA: Siang Ini Toko dan Mall di Kupang Mulai Ditutup, Ini Edaran Pemkot

5. Kewajiban umat yang akan mengikuti kegiatan Ibadah dan Perayaan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 secara berjemaah/kolektif
a. Jemaat/umat dalam kondisi sehat;
b. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama
berada di area Rumah Ibadah;
c. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;
d. Menghindari kontak fisik, seperti bersalamam atau berpelukan;
e. Menjaga jarak antar jemaat/umat minimal 1 (satu) meter;
f. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area Rumah Ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;
g. Bagi anaka-anak dan jemaat/umat lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 agar mengikuti ibadah secara daring di rumah masing-masing dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para Pengurus dan Pengelola Rumah Ibadah;
h. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di Rumah Ibadah sesuai dengan ketentuan. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed