oleh

Longsor TDM, Anak Ini Selamat karena Terhalang Pohon, Bapak-Ibunya Meninggal

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Longsor yang terjadi di bantaran Kali Liliba, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (25/1/2021) pagi, merenggut 2 nyawa. Ratusan jiwa terpaksa mengungsi. Jumlah kerugian pun saat ini masih didata petugas.

Dua warga yang meninggal tersebut yakni Paulus Takela dan Welmince Lakapu. Salah satu anak kandung dari Paulus, Jefry Lakmau selamat dalam peristiwa itu. Jefry mengisahkan tak ada tanda-tanda apapun pada malam harinya. Mereka beristirahat seperti biasa.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Longsor TDM, Istri Meninggal di Tempat, Suami Masih Sempat Berteriak Minta Tolong

Hujan deras terjadi sepanjang malam. Namun selama ini tidak pernah ada kejadian longsor. Mereka pun tidur pulas tanpa firasat ada kejadian besar beberapa jam berikutnya.

Rumah yang mereka tinggali disekat menjadi 3 kamar. Satu kamar ditinggali oleh Jefry dan adiknya, serta bapaknya Paulus Takela dan ibu tirinya Welmince Lakapu. Sementara dua kamar lainnya dihuni 2 KK lainnya. Paulus sendiri sehari-hari bekerja sebagai sopir truk. Sedangkan istrinya Welmince Lakapu hanya sebagai ibu rumah tangga.

“Sudah biasa hujan tapi tidak sampai begini (Longsor),” katanya sambil menunjukkan letak batu besar yang menimpa atap rumah mereka.

Jefry menjelaskan, saat istirahat malam ayahnya Paulus Takela dan ibu tiri Mince Lakapu tidur bersama beralas kasur. Sedangkan ia bersama adiknya tidur di kamar sebelah. Di kamar yang disewa itu disekat lagi menjadi 2 kamar. Saat nyenyak tidur, mereka dikejutkan dengan bunyi besar dan atap rumah yang roboh. “Beta dapat tendes ju deng seng. Pas bangun lihat bapak dan mama tatendes dengan batu di sini langsung kami teriak,” ungkapnya sambil menahan tangis.

Ia juga mengungkapkan, dirinya juga nyaris tertimpa batu. Beruntung di bagian belakang rumah mereka ada sebuah pohon besar yang menghalangi batu. Batu besar yang menggelinding turun dari ketinggian sekitar 25 meter itu sempat mengenai pohon besar tersebut lalu mengarah ke atap rumah, tepat di tempat tidur bapak dan ibunya. “Batu dari atas itu sebenarnya harus kena saya, tapi karena ada ini pohon, makanya mengarah ke bapa dan mama,” ungkapnya.

Salah satu tetangga korban, Laus Talan mengatakan setelah mendengar bunyi besar dan teriakan minta tolong, ia langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat itu ia melihat rumah hancur tertimpa 2 batu besar. Satu batu masih berada di atas tubuh kedua korban.

BACA JUGA: Dinsos dan Polres Kupang Kota Bantu Logistik Dapur Umum untuk Korban Longsor TDM

Setelah mengamati lebih dekat, Mince Lakapu sudah tak bernyawa. Sementara suaminya Paulus masih sempat berteriak minta tolong. Tubuh Paulus juga sudah hancur di bagian perut saat dievakuasi warga ke RS Leona. “Pak Paulus setelah tiba di rumah sakit sudah tidak tertolong lagi,” katanya.

Menurut Laus, ada batu besar yang masih sempat tersangkut pada batang pohon yang berada di tebing tersebut, sehingga tidak menimpa lebih banyak rumah. Selain rumah kos tersebut, di bagian bawah masih ada 3 deretan rumah kos lainnya yang dihuni ratusan orang.

Akibat kejadian itu, petugas dari BPBD Kota Kupang yang bekerja sama dengan kepolisian dan berbagai instansi telah mengungsikan warga yag menghuni bantaran kali ke gereja St. Petrus Rasul TDM. Lokasi kejadian pun sudah diberi garis polisi. (rnc04)

  • 3.7K
    Shares
  • 3.7K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed