oleh

Bupati Lembata, Kepala Daerah Ke-11 Meninggal Dunia karena Covid-19

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Bupati Lembata Eliaser Yantji Sunur meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Kupang, Sabtu (17/7/2021) akibat terpapar Covid-19.

“Saya baru menerima kabar bahwa Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur meninggal dunia,” kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kegiatan peluncuran aplikasi perbankan Bank NTT di halaman Kantor Pusat Bank NTT di Kupang, Sabtu (17/7/2021) seperti dilansir Beritasatu.com.

Iklan Dimonium Air

Gubernur Viktor sempat mengajak seluruh undangan yang hadir termasuk Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk perkabungan dengan meninggaknya Bupati Lembata itu. “Selamat jalan saudaraku Yantje Sunur,” kata Viktor.

Sejak Jumat (16/7), Bupati Yentji Sunur dikabarkan terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani donor plasma darah di RS SK Lerik, Kupang.

Berita meninggalnya Bupati Lembata ini pun langsung menjadi viral di sejumlah WA grup termasuk orang NTT di Jabodetabek. Semua kaget dan menyatakan turut berdukacita.

Dengan meninggalnya Bupati Yentje Sunur, maka tercatat sejak tahun 2020 sampai Juli 2021, sudah 11 Kepala Daerah di Indonesia dinyatakan meninggal karena Covid-19.

Ini daftar kepala daerah yang meninggal karena Covid-19:

1. Bupati Lembata, Eliazer Yentje Sunur, meninggal dunia, Sabtu 17 Juli 2021 di RS Siloam Kupang.

2. Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, meninggal dunia pada 28 April 2020 di usia 60 tahun setelah menjalani perawatan selama 17 hari di RSUP Raja Ahmad Thabib usai dinyatakan positif Covid-19. Sebelum positif Covid-19, Syahrul sempat melakukan perjalanan ke Sumatra Barat dan Batam.

3. Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, meninggal dunia 10 Agustus 2020 saat menjalani isolasi karena terinfeksi Covid-19. Dia menutup usia di RSUD Ulin Banjarmasin pada usia 50 tahun.

Baca Juga:  Data Covid-19 NTT 16 Juli: 488 Positif, 8 Meninggal, 9.999 Masih Dirawat

4. Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony, meninggal dunia pada 16 Agustus 2020 usai dirawat di RSUD dr H Abdul Moeloek Bandar Lampung selama seminggu karena terinfeksi Covid-19.

Edward sempat melakukan perjalanan ke Jakarta. Dia juga diketahui memiliki penyakit lain, yakni diabetes melitus.

5. Pelaksana tugas Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin. Ia meninggal dunia pada 22 Agustus 2020 setelah dirawat di RSUD Sidoarjo. Sebelum meninggal, Nur sudah sakit selama sepekan. Kemudian dia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan positif Covid-19.

6. Bupati Halmahera, Muhamad Din Ma’bud. Ma’bud meninggal pada 4 September 2020 setelah berorasi di posko pemenangan saat Pilkada dan tiba-tiba ambruk.

7. Bupati Berau, Muharram. Muharram meninggal dunia pada 22 September 2020 saat usianya 52 tahun menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan akibat terpapar Covid-19.

8. Bupati Majene, Fahmi Massiara. Ia meninggal dunia pada 28 september 2020 di RS Grestelina, Makassar. Dia sempat menjalani perawatan selama sebulan dan memiliki penyakit paru-paru yang sudah lama diderita.

9. Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh. Ia meninggal dunia pada 4 Oktober 2020 di usia 58 tahun saat menjalani perawatan akibat Covid-19 di Rumah Sakit Bukti Timah, Kepulauan Bangka Belitung.

10. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. Eka meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) setelah berjuang melawan Covid-19. Ada riwayat komorbid dan sempat dilaporkan terkendala mendapatkan perawatan ICU, hingga dilarikan ke RS Siloam Tangerang.

11. Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor. Ia meninggal dunia pada 2 April 2020 di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Jenazah Aptripel kemudian dimakamkan di Kabupaten Gowa bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 3 April 2020 saat usianya genap 54 tahun. (*/bts/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed