Cara Jitu agar Gaji Kamu Nggak Numpang Lewat!

Lifestyledibaca 89 kali

Jakarta, RNC – Gajian adalah waktu yang ditunggu-tunggu bagi para pekerja. Begitu mendapatkan gaji biasanya orang-orang akan menggunakannya untuk biaya kebutuhan, bayar cicilan, atau bahkan self-reward.

Namun, tak semua orang mampu mengelola pendapatan mereka secara bijak. Hal tersebut akhirnya tanpa sadar membuat uang gajian sudah habis sebelum waktu gajian berikutnya tiba, alias numpang lewat.

Perencana Keuangan Finansialku.com, Juan Mahir M., CFP® menjelaskan bahwa dalam perencanaan keuangan ada istilah psikologi keuangan. Hal tersebut mengacu pada mentalitas seseorang ketika memiliki uang, ada orang yang mampu mengeluarkan uangnya untuk kebutuhan dan ada juga orang yang selalu mengutamakan gengsi sehingga rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk memuaskan gaya hidupnya.

“Perencanaan keuangan itu tidak hanya berbicara angka-angka saja. Beberapa tahun ke belakang ini yang saya temukan adalah psikologi keuangan. Nah ini juga yang perlu kita pelajari,” ujar Juan.

Juan menyampaikan beberapa cara yang perlu dilakukan agar gaji yang kita dapatkan tidak hanya sekedar ‘numpang lewat’, yaitu:

Buat Tujuan Keuangan yang Jelas

Menentukan tujuan keuangan menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menjadi target kita di masa mendatang. Dengan adanya tujuan keuangan, maka kita akan lebih fokus untuk menggunakan uang kita untuk tujuan tersebut dan bukan untuk dihabiskan secara cuma-cuma.

“Tujannya harus dibuat jelas dulu. Mau apa sih 2 tahun ke depan atau 5 tahun ke depan? Kadang-kadang orang lupa akan hal ini, jadi selalu merasa ada uang untuk dihamburkan,” jelas Juan.

Lakukan Pencatatan Keuangan yang Detail

Setelah membuat tujuan keuangan, Juan menyebutkan bahwa kita harus melakukan pencatatan keuangan baik uang yang keluar atau masuk. Hal ini dapat memudahkan kita mengetahui kemungkinan letak kesalahan anggaran kita sehari-hari.

Pencatatan perlu dilakukan sedetail mungkin, bahkan hingga biaya admin transfer antar bank. Meskipun biaya transfer nominalnya ada di bawah 10 ribu rupiah, jika dilakukan terus menerus nominalnya juga akan bertambah.

Juan mengatakan “Ibaratnya seperti air itu adalah uang dan ember adalah tabungan kita. Jika kita tidak tahu bocornya di mana maka kita tidak bisa menambalnya. Kebocoran tersebut tidak akan terjadi apabila kita melakukan pencatatan keuangan.”

(*/rnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *