oleh

Di Riung, Guru dan Pelajar Berburu Sinyal Sampai ke Bukit Watu Zape

Iklan Covid Walikota Kupang

Riung, RNC – Bukit Watu Zape merupakan salah satu spot wisata terbaik yang ada di Riung, Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum pandemi covid-19, bukit ini kerap dikunjungi orang untuk foto-foto, hingga ada yang camping untuk menikmati sunrise. Dari bukit juga, wisatawan bisa melihat keindahaan pulau-pulau kecil yang merupakan bagian dari taman wisata alam 17 pulau Riung.

Kini, bukit yang terletak di Mbarungkeli, Desa Latung Kecamatan Riung itu tidak sekadar menjadi spot wisata. Tetapi juga menjadi spot belajar online bagi para pelajar dan mahasiswa selama pandemi covid-19.

Iklan Dimonium Air

Maklum, kampung-kampung yang ada di balik bukit Watu Zape tidak ada koneksi jaringan internet. Kondisi ini mengharuskan para pelajar dari mahasiswa harus berjuang mencari sinyal sampai ke bukit Watu Zape, sehingga bisa mengakses internet untuk belajar online dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru atau dosen.

Tak hanya pelajar dan mahasiswa, para guru dan pegawai juga kerap ada di bukit tersebut untuk mengakses internet. Seorang guru SD bernama Narty Banong yang ditemui RakyatNTT.com di bukit Watu Zape, Kamis (18/2/2021) mengaku bahwa jaringan yang terkoneksi sampai ke bukit Watu Zape sumbernya dari ibukota Kecamatan Riung. “Kami di Mbarungkeli tidak ada sinyal karena terhalang dengan bukit-bukit. Salah satuny adalah bukit Watu Zape,” sebut Narty.

Guru SD yang lain, Rista Ndaing mengatakan, sejak sekolah menerapkan belajar dari rumah, banyak guru dan pelajar yang pergi ke bukit Watu Zape setiap harinya. Juga banyak mahasiswa yang datang untuk kuliah online, download materi dan mengirim tugas-tugas dari dosen. “Kami guru datang ke sini selain download materi, juga kerjakan dapodik sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Geliat Pariwisata dan Ekraf Pulau Komodo Kembali Bangkit

Ardus Tenda salah satu mahasiswa Universitas Flores berharap pemerintah memprluas jaringan dengan membangun tower sampai ke desa-desa yang tidak terkoneksi jaringan internet.

“Di sini banyak nyamuk. Jadi anak-anak bawa obat nyamuk dan menyalakan api unggun kalau sudah mau gelap. Kami berharap ada tower di sini, sehingga kami tidak harus ke tempat ini dan duduk sampai malam,” ungkapnya. (rnc15)

  • 2.1K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed