Kupang, RNC - Pandemi Covid-19 berimbas pada semua sektor usaha, termasuk usaha jasa angkutan umum. Di Kota Kupang, banyak bemo dan angkutan umum lainnya tidak beroperasi lantaran sepi penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere mengatakan, sesuai hasil kordinasi dengan pengelola terminal, ada sekitar 20 sampai 30 persen angkutan yang tidak beroperasi selama pandemi Covid-19.
” Yang beroperasi tidak sebanyak seperti dulu. Tiap hari, makin berkurang,” kata Bernadinus kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/3/2026).
Kemungkinan besar, kata Bernadinus, banyak angkutan tidak lagi beroperasi karena tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pemasukan. Apalagi kendaraan yang usianya sudah tua. Menurutnya, berkurangnya jumlah angkutan umum yang beroperasi, tentu sangat mempengaruhi pendapatan retribusi terminal.
Tidak hanya retribusi terminal, mantan Camat Oebeobo itu mengatakan, retribusi parkir juga mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Hampir setiap hari kerja, ada pengeluhan dari pengelola parkir.
“Sekarang ada PPKM sehingga ada pembatasan jam operasional toko-toko dan parkiran jadi sepi. Dengan kondisi seperti ini, kita mengikuti prinsip kemampuan dan tidak bisa memaksa. Jadi saat ini kita hanya berharap pada retribusi dari UPTD Pengujian Kendaraan,” ungkapnya. (rnc05)












Komentar