oleh

Disayangkan, Biaya Rapid Test Mahal, tapi Hanya Berlaku 3 Hari

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Pandemi corona memberi dampak buruk bagi para sopir truk. Mereka harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah sekali jalan untuk mengurus surat kesehatan.

Seperti dikeluhkan Jefot Saduk, salah satu sopir truk rute Kupang-Rote, Kamis (28/5/2020) di Kupang. Kepada RakyatNTT.com, ia mengatakan puluhan sopir truk saat ini tertahan di Pelabuhan Bolok karena belum diizinkan menyeberang.

Masalahnya adalah mereka diharuskan mengantongi surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan dengan melampirkan hasil rapid tes. Untuk melakukan rapid tes mereka harus membayar Rp 250 ribu. Itu jika dilakukan di laboratorium milik pemerintah. Kalau di rumah sakit swasta biayanya Rp 500 ribu. Itu hanya berlaku sekali jalan.

Surat keterangan tersebut hanya berlaku 3 hari. “Kami sudah dapat surat tapi karena masih tertahan di pelabuhan, sedangkan surat hanya berlaku tiga hari. Jadi harus buat ulang surat lagi, bayar lagi Rp 250 ribu dan belum tentu jalan karena kapal jalan tidak tiap hari,” kata Jefot.

Ia menambahkan, hal ini memberatkan para sopir karena penghasilan yang tidak seberapa habis hanya untuk mengurus dokumen administrasi dan rapid tes. Padahal, kata dia, mestinya pemerintah memberikan keringanan saat pandemi seperti ini, bukan malah memberatkan para sopir.

Ia menyayangkan beban biaya yang ditetapkan terlalu mahal. Padahal, yang mengeluarkan dokumen dan melakukan tes adalah pemerintah sendiri. Mestinya ada keringanan. “Biayanya sama besar dengan orang yang naik pesawat. Mestinya yang pakai kapal lebih murah. Atau kalau bisa kami yang sopir ini bisa dikasih keringanan. Kami mau makan apa kalau semua uang habis untuk bayar pemerintah,” keluh Jefot yang sudah beberapa hari tertahan di Pelabuhan Bolok. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed