Kupang, RNC - Pemerintah Kota Kupang menggelar Kick Off Meeting Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (KLHS RPJMD) Kota Kupang Tahun 2026-2029. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis (27/6/2026) di Hotel Amaris Kupang dan dibuka langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay.
Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang Tahun 2026-2029 dilakukan bekerjasama dengan NGO Catholic Relief Services (CRS) sebagai mitra.
Pada kesempatan itu, Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay berharap Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (KLHS RPJMD) Kota Kupang Tahun 2026-2029 ini dapat berjalan baik dan lancar serta hasilnya nanti bisa sejalan dengan visi-misi dan program pembangunan Pemimpin Baru Kota Kupang.
Fahrensy P. Funay mengatakan Kota Kupang akan segera memiliki pemimpin baru melalui pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2026. Pasalnya, saat ini proses seleksi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang sedang berlangsung di tingkat partai politik (Parpol). “Saya berharap semua yang hadir dan terlibat dalam Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang ini bisa berperan aktif dan memberi masukan demi kesempurnaan penyusunan dokumen KLHS RPJMD. Dan juga berharap, dokumen KLHS RPJMD yang berhasil disusun nantinya, dapat sejalan dengan visi-misi dan program kerja pemimpin baru Kota Kupang,” kata Fahren.
Fahren mengatakan dokumen KLHS RPJMD merupakan instrumen pembangunan berkelanjutan yang akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD dilandasi pada Permendagri 7 tahun 2018 tentang pembuatan dan pelaksanaan KLHS RPJMD yang disesuaikan dengan program pembangunan berkelanjutan, daya tampung dan isu daerah serta hal lainnya.
“Dalam menjalankan otonomi daerah, Pemerintah berkewajiban menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tetapi harus sejalan dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” kata Fahren.
Sementara itu, Program Manager CAPACities Catholic Relief Services (CRS) Indonesia, Upi Gufiroh, kepada wartawan menjelaskan, Catholic Relief Services (CRS) sudah cukup lama hadir di Indonesia dan di Provinsi NTT termasuk di Kota Kupang, CRS memiliki program namanya CAPACities. Program CAPACities ini khusus untuk program peningkatan kapasitas bagi para pihak terkait dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
“Salah satu sektor terkait dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim itu isunya ada di lingkungan hidup, sehingga KLHS menjadi bagian yang tak perpisakan dalam program CAPACities CRS. Sehingga keterlibatan kami dalam Penyusunan Dokumen KLHS ini diharapkan bisa membantu dalam penyusunannya,” kata Upi Gufiroh.
Ketua Tim Ahli Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang Tahun 2026-2029, Hery Kota, kepada wartawan menyampaikan, masukan dari semua pihak terkait, baik unsur pemerintah maupun NGO sebagai pemerhati lingkungan dan para pihak terkait, sangat penting dalam penyusunan dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang ini.
Dengan demikian dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang yang nantinya disusun, kata Hery, bisa sejalan dengan program pembangunan di tingkap pemerintah pusat dan provinsi, serta dapai dijadikan acuan bagi program Pembangunan Kota Kupang dibawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang baru sebagai hasil dari Pilkada Kota Kupang Tahun 2026 nanti.
Kegiatan Kick Off Meeting Penyusunan Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang Tahun 2026-2029 diikuti para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tingkat Kota Kupang, Tim Ahli Penyusun Dokumen KLHS RPJMD Kota Kupang Tahun 2026-2029, serta para pihak terkait. (rnc)

















